kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

SBY: Jangan melukai hati bangsa Indonesia


Jumat, 16 Agustus 2013 / 10:40 WIB
ILUSTRASI. Kebijakan tanpa karantina bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) akan diperluas ke seluruh Indonesia. ANTARA FOTO/Fauzan


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Presiden Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, kedaulatan Indonesia adalah harga mati bagi negara. Oleh sebab itu, Provinsi Aceh dan Papua akan tetap selalu berada di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pernyataan SBY tersebut dikemukakan dalam pidato Kenegaraan dalam Rangka HUT Kemerdekaan RI ke-68. Pidato disampaikan dalam Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jumat (16/8).

Menurut Presiden SBY, pada prinsipnya Indonesia selalu menghormati keutuhan dan kedaulatan negara-negara lain yang menjadi sahabat negara Indonesia.

Oleh sebab itu, ia berharap, negara lain juga memiliki prinsip serupa dalam menyikapi hubungan dengan Indonesia. "Jangan pernah melukai hati kami Bangsa Indonesia," kata Presiden SBY.

Secara khusus, Presiden SBY menyoroti konflik Aceh yang berhasil diatasi dengan damai melalui MOU Helsinki pada tahun 2005. Menurutnya, keberhasilan terwujudnya perdamaian di Aceh harus membuat seluruh elemen mengubur dendam.

"Kini saatnya seluruh elemen di Aceh bersatu padu melakukan pembangunan bagi kemajuan Aceh," kata Presiden SBY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×