kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.557   27,00   0,15%
  • IDX 6.764   -94,87   -1,38%
  • KOMPAS100 900   -15,24   -1,66%
  • LQ45 662   -8,20   -1,22%
  • ISSI 245   -3,00   -1,21%
  • IDX30 374   -3,29   -0,87%
  • IDXHIDIV20 457   -4,70   -1,02%
  • IDX80 103   -1,36   -1,31%
  • IDXV30 130   -1,23   -0,94%
  • IDXQ30 119   -1,20   -1,00%

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ini Kata DPR


Senin, 20 Oktober 2025 / 08:09 WIB
Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ini Kata DPR
ILUSTRASI. Rapor pemerintahan Prabowo-Gibran dalam 1 tahun terakhir


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dalam satu tahun berjalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendorong pentingnya disiplin fiskal dan sinergi antar pusat dan daerah,

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun mengungkapkan, dukungan fiskal perlu dijaga agar berkelanjutan, sementara koordinasi lintas level pemerintahan harus diperkuat agar program terserap optimal.

“Kinerja ekonomi nasional sangat bergantung pada soliditas antarlevel pemerintahan. Kalau sinergi pusat dan daerah berjalan baik, manfaat stimulus akan dirasakan hingga pelosok,” tutur Misbakhun dalam keterangannya, Senin (20/10/2025).

Baca Juga: Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Banyak Tantangan Struktural Hambat Ekonomi RI

Adapun Misbakhun juga menyoroti paket stimulus ekonomi pemerintah yang mencakup bantuan sosial, pembiayaan UMKM, insentif industri, dan program magang nasional.

Menurutnya, langkah ini menunjukkan komitmen memperkuat fondasi ekonomi menuju visi Indonesia Emas 2045.

“Jika dijalankan konsisten dan tepat sasaran, pertumbuhan ekonomi bisa dijaga di kisaran 5 persen atau bahkan lebih tinggi,” tegasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan mengingatkan, keberhasilan kebijakan ekonomi tidak hanya diukur dari besarnya anggaran, tetapi dari kecepatan dan ketepatan pelaksanaan di lapangan.

Stimulus, katanya, perlu diarahkan pada sektor produktif seperti hilirisasi, pertanian bernilai tambah, dan ekspor berbasis inovasi.

“Kita harus memastikan stimulus tidak hanya mendorong konsumsi, tapi juga memperkuat struktur ekonomi agar Indonesia naik kelas,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×