kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Realisasi Subsidi Pemerintah Sepanjang 2025 Capai Rp 281,6 Triliun


Jumat, 09 Januari 2026 / 14:11 WIB
Realisasi Subsidi Pemerintah Sepanjang 2025 Capai Rp 281,6 Triliun
ILUSTRASI. Pasokan dan Distribusi Energi di Masa Lebaran Aman dan Lancar (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Realisasi belanja subsidi pemerintah sepanjang tahun 2025 mencapai Rp 281,6 triliun. Kementerian Keuangan mengaku telah membayarkan kepada BUMN penugasan di akhir Desember, atau sudah terserap 91,4% terhadap pagu APBN 2025.

Pembayaran tersebut mencakup subsidi energi maupun non-energi yang dialokasikan untuk menjaga daya beli masyarakat.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan besaran subsidi energi sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditas global, nilai tukar, serta volume konsumsi barang bersubsidi. 

Baca Juga: Mayoritas Harga Pangan Turun di Awal Tahun 2026, Begini Rinciannya

Adapun untuk subsidi non-energi, pemerintah telah melakukan penyederhanaan regulasi, khususnya pada subsidi pupuk, guna mempercepat penyaluran kepada masyarakat yang berhak menerima.

"Ini dari sejak awal tahun 2025 telah dilakukan sehingga bisa dilakukan penurunan harga eceran tertinggi untuk pupuk bersubsidi,” ujar Suahasil dalam konfrensi pers APBN KiTA Edisi Januari 2025, Kamis (9/1/2026).

Suahasil menambahkan, seluruh volume barang bersubsidi pada 2025 tercatat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan keberpihakan APBN dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Ia merinci, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan LPG 3 kilogram meningkat, dengan jumlah penyaluran LPG 3 kg naik sekitar 3,9% dibandingkan 2024. Selain itu, jumlah pelanggan listrik bersubsidi juga mengalami peningkatan.

Penyaluran pupuk bersubsidi pada 2025 tercatat mencapai 8,1 juta ton, meningkat sekitar 12% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, realisasi program rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah mencapai hampir 279.000 unit rumah, melonjak 39,5% dibandingkan 2024.

“Ini adalah bentuk keberpihakan APBN untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, mulai dari BBM, LPG 3 kg, listrik bersubsidi, pupuk, hingga perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” pungkas Suahasil.

Selanjutnya: Adira Finance Masih Hati-Hati Tatap Pembiayaan Mobil Baru 2026

Menarik Dibaca: Tas Mewah Ada Hirarki Khusus Tergantung Brand, Ini Levelnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×