kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Mayoritas Harga Pangan Turun di Awal Tahun 2026, Begini Rinciannya


Jumat, 09 Januari 2026 / 13:59 WIB
Mayoritas Harga Pangan Turun di Awal Tahun 2026, Begini Rinciannya
ILUSTRASI. Kenaikan Harga Pengaruhi Inflasi Tahunan (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga pangan nasional pada awal 2026 terpantau melemah di mayoritas komoditas strategis. Data Badan Pangan Nasional (Bapanas) per 9 Januari 2026 menunjukkan penurunan harga terjadi mulai dari beras, hortikultura, hingga protein hewani, menandakan kondisi pasokan yang relatif longgar di tingkat nasional.

Harga beras premium tercatat Rp15.497 per kilogram, turun 0,14%, sementara beras medium berada di Rp13.526 per kilogram, turun 0,03%. Beras SPHP juga melemah 0,14% ke level Rp12.446 per kilogram. Sementara itu, beras medium non-SPHP dan beras khusus lokal relatif stabil masing-masing di Rp13.831 per kilogram dan Rp15.829 per kilogram.

Baca Juga: Survei BI Desember 2025: Persepsi Konsumen Pada Kondisi Ekonomi Saat Ini Tetap Kuat

Koreksi harga juga terjadi pada komoditas hortikultura. Bawang merah turun 1,68% menjadi Rp43.427 per kilogram, dan bawang putih bonggol turun 0,68% ke Rp38.228 per kilogram.

Harga cabai mengalami penurunan lebih dalam, dengan cabai merah keriting turun 3,07% menjadi Rp41.680 per kilogram, cabai merah besar turun 4,04% ke Rp38.430 per kilogram, serta cabai rawit merah turun 2,99% menjadi Rp55.190 per kilogram.

Pada kelompok protein hewani, daging sapi murni tercatat Rp134.967 per kilogram, turun 0,27%, daging ayam ras berada di Rp39.187 per kilogram, turun 0,29%, dan telur ayam ras turun 0,14% menjadi Rp31.111 per kilogram. Di sisi lain, jagung tingkat peternak justru mengalami kenaikan 2,51% ke level Rp7.052 per kilogram.

Ketua DPW Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) DKI Jakarta, Ngadiran, mengatakan tren penurunan harga tersebut mencerminkan kondisi pasar yang jauh lebih stabil dibandingkan tahun lalu. Menurutnya, tidak terdapat tekanan signifikan baik dari sisi permintaan maupun pasokan.

 “Kalau dibandingkan tahun lalu, sekarang lebih tenang dan tidak bergejolak. Harga tidak naik-naik amat, bahkan beberapa komoditas turun,” ungkapnya kepada Kontan, Jumat (9/1/2026).

Ngadiran menambahkan, kenaikan harga yang sempat terjadi, khususnya pada beras, lebih dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah melalui penetapan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah untuk menjaga tingkat pendapatan petani. Ia menegaskan, secara pasokan nasional kondisi pangan masih aman bahkan cenderung berlebih, wl distribusi di sejumlah daerah terdampak bencana sempat terkendala faktor logistik.

Baca Juga: Inflasi Desember 2025 Naik ke 2,92%, Harga Pangan Jadi Pendorong Utama

Selanjutnya: Harga Emas Melemah Terseret Penyesuaian Indeks Komoditas da Jelang Data Pekerjaan AS

Menarik Dibaca: Tas Mewah Ada Hirarki Khusus Tergantung Brand, Ini Levelnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×