Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Realisasi belanja bantuan sosial (bansos) hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp 105,5 triliun, atau telah terserap 64,3% dari pagu APBN 2026.
Realisasi tersebut tumbuh 3,4% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 101,1 triliun.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, pertumbuhan belanja bansos relatif terbatas karena realisasi pada tahun lalu sudah cukup tinggi.
“Belanja bansos tumbuh 3,4% karena tahun lalu memang cukup tinggi juga belanja bansos kita,” ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTA Edisi September 2026, Jumat (18/9/2026).
Baca Juga: Realisasi Penerimaan Negara Naik Jadi Rp 2.055,6 Triliun Hingga Agustus 2026
Adapun realisasi bansos tersebut disalurkan melalui sejumlah program. Program Keluarga Harapan (PKH) mendapat alokasi Rp 21 triliun untuk 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM).
Kemudian, Kartu Sembako telah disalurkan sebesar Rp 27,6 triliun kepada 17,6 juta KPM. Sementara itu, bantuan untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai Rp 30,9 triliun untuk 96,7 juta peserta.
Di sektor pendidikan, Program Indonesia Pintar (PIP) telah menerima Rp 10,7 triliun untuk 15,6 juta siswa. Sedangkan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) mencapai Rp 9,7 triliun untuk 954.000 mahasiswa.
Baca Juga: Penerimaan Pajak Baru 59,8% hingga Agustus 2026, Risiko Shortfall Mengintai
Selain itu, pemerintah merealisasikan Rp 4,6 triliun untuk asistensi dan rehabilitasi sosial serta penanggulangan bencana.
Dengan realisasi Rp105,5 triliun hingga akhir Agustus, pemerintah masih memiliki ruang penyaluran bansos pada sisa tahun anggaran 2026 sesuai dengan pagu yang telah ditetapkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














