Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Keuangan mencatat, realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Agustus 2026 mencapai Rp 134,2 triliun atau mencapai 61,33% dari pagu Rp 218,77 triliun.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan, realisasi tersebut telah disalurkan kepada 57 juta penerima manfaat melalui 27.485 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“MBG realisasinya Rp134,2 triliun selama 8 bulan pelaksanaan APBN 2026,” tutur Suahasil dalam konferensi pers, Jumat (18/9/2026).
Baca Juga: Jelang Pembahasan Upah Minimum 2027, Buruh Usul Kenaikan 7,5%-9,5%, Cek UMP 2026
Bila melihat realisasi, Suahasil menyebut, program MBG ini saat ini semakin tepat sasaran, didukung oleh reformasi Badan Gizi Nasional (BGN) yang secara gencar diumumkan dalam beberapa waktu terakhir. Ia mengatakan koordinasi antara Kemenkeu dan BGN dilakukan secara erat, terutama dalam penyesuaian yang diperlukan dalam pelaksanaan reformasi tersebut.
Adapun reformasi BGN antara lain mencakup kewajiban memiliki sertifikat laik higiene sanitasi, termasuk penutupan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Selain itu, dilakukan penataan wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), termasuk penempatan SPPG di daerah 3T dengan tingkat stunting tinggi.
Menurut Suahasil, penataan tersebut juga diarahkan untuk memprioritaskan kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta santri.
Selain penataan pelaksanaan program, BGN juga melakukan reformasi dalam penentuan penerima manfaat. Suahasil mengatakan penentuan penerima manfaat kini dilakukan oleh BGN untuk membuat penyaluran program MBG lebih optimal. "Penentuan penerima manfaat ini sekarang dilakukan oleh BGN supaya lebih optimal," katanya.
Dengan berbagai reformasi tersebut, Suahasil menyambut baik langkah BGN untuk meningkatkan ketepatan sasaran program MBG. Ia berharap penggunaan anggaran negara untuk program tersebut benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
Sebelumnya BGN melaporkan, realisasi anggaran Program MBG Tahun Anggaran 2026 mencapai Rp139,77 triliun atau 63,89% dari pagu tersedia sebesar Rp218,77 triliun hingga 16 September 2026. Dari pagu tersebut, masih terdapat Rp79 triliun yang belum terealisasi untuk mendukung penyaluran MBG hingga akhir tahun.
Baca Juga: Belanja Kementerian/Lembaga Capai Rp 912,4 Triliun hingga Agustus 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














