kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.769   28,00   0,16%
  • IDX 6.406   -95,98   -1,48%
  • KOMPAS100 833   -14,48   -1,71%
  • LQ45 633   -9,40   -1,46%
  • ISSI 225   -3,43   -1,50%
  • IDX30 354   -4,60   -1,28%
  • IDXHIDIV20 432   -4,21   -0,97%
  • IDX80 95   -1,63   -1,69%
  • IDXV30 120   -1,45   -1,19%
  • IDXQ30 113   -1,10   -0,97%

Realisasi belanja negara mencapai Rp 2.306,7 triliun hingga 30 November 2020


Senin, 21 Desember 2020 / 16:48 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengikuti pertemuan KTT G20 tahun 2020 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, 22 November 2020.


Penulis: Venny Suryanto | Editor: Noverius Laoli

Belanja terbesar kedua dari komponen belanja K/L juga didorong dari belanja barang yang mencapai Rp 328,6 triliun yang lebih tinggi dari pagu Perpres 72/2020 sebesar Rp 271,7 triliun. Belanja ini juga tumbuh 22,2% yoy jika dibandingkan tahun sebelumnya, sebab belanja barang dilakukan untuk penanganan dampak pandemi Covid-19.

Belanja barang yang menyumbang pertumbuhan hingga 22,2% tersebut didorong oleh pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) seperti biaya klaim rumah sakit, insentif tenaga kesehatan, bantuan UMKM, bantuan subsidi gaji dan bantuan internet.

Baca Juga: Jelang tutup tahun, penerimaan pajak masih tekor Rp 273,5 triliun

Sementara itu, belanja yang masih mengalami kontraksi adalah belanja modal yang tumbuh  -7,7% yoy serta belanja pegawai yang tumbuh -0,9% yoy.

“Untuk belanja pegawai dengan belanja untuk gaji ke-13 yang tidak dibayarkan menyebabkan keseluruhan belanja yang terkontraksi,” kata Sri Mulyani.

Adapun untuk realisasi belanja non K/L tercatat tumbuh 22,8% atau mencapai Rp 706,5 triliun dari total pagu sebesar Rp 1.138,9 triliun. Menkeu menyebutkan, belanja non K/L juga lebih tinggi dibandingkan pada November 2019 yang hanya Rp 575,3 triliun.

Selanjutnya: Soal vaksin corona gratis untuk seluruh rakyat, ini kata Sri Mulyani

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×