kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Realisasi Belanja APBN Ngebut, Wamenkeu: Ekonomi Bisa Tumbuh 5,5% di Kuartal I 2026


Senin, 27 April 2026 / 15:16 WIB
Realisasi Belanja APBN Ngebut, Wamenkeu: Ekonomi Bisa Tumbuh 5,5% di Kuartal I 2026
ILUSTRASI. Realisasi belanja negara kuartal I-2026 mencapai 21,2% dari APBN


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan, realisasi belanja negara pada kuartal I-2026 melaju cepat, bahkan telah mencapai 21,2% dari pagu APBN.

Akselerasi ini dinilai menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan mencapai 5,5% di periode Januari-Maret 2026.

Juda mengatakan, realisasi belanja pada tiga bulan pertama tahun ini memang sangat tinggi, yakni tumbuh 31,4% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp 815 triliun. Sementara itu, penerimaan pajak tumbuh 20,7% YoY, dan pendapatan negara yang mencakup pajak, PNBP, serta cukai meningkat 10,5% YoY.

“Di triwulan I ini, belanja itu sudah mencapai 21,2% dari APBN. Bandingkan dengan tahun lalu, di mana itu belanja hanya 17,1% dan growth-nya hanya 1,4%,” ujar Juda dalam agenda Kick Off PINISI di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026).

Baca Juga: Kemenkeu Ubah Pola Belanja APBN, Targetkan Penyerapan 26% per Kuartal

Dengan perkembangan tersebut, defisit anggaran tercatat sebesar 0,93% terhadap produk domestik bruto (PDB). Ia menegaskan, laju belanja tahun ini memang jauh lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, percepatan ini merupakan bagian dari perubahan pola belanja pemerintah. Jika sebelumnya belanja cenderung menumpuk di kuartal IV, kini pemerintah berupaya meratakannya sepanjang tahun.

“Di triwulan I (sudah) 21%, triwulan II ditargetkan 26%, dan berikutnya juga sekitar 26%. Tujuannya agar pertumbuhan ekonomi itu merata, cepat, dan terjadi di tahun yang sama,” jelasnya.

Percepatan belanja ini juga berdampak pada konsumsi masyarakat yang masih menunjukkan tren meningkat. Hal ini tercermin dari data Mandiri spending index (MSI) pada sektor barang konsumsi seperti consumer goods dan elektronik yang terus naik, serta keyakinan konsumen yang masih kuat.

Meski demikian, Juda mengakui terdapat sedikit pelemahan pada Maret, terutama pada ekspektasi kondisi ekonomi ke depan, yang dipengaruhi ketidakpastian global, termasuk konflik di Timur Tengah.

Baca Juga: Dipanggil ke Istana, Jumhur Hidayat Beri Sinyal Masuk Kabinet?

Dengan berbagai indikator tersebut, Kementerian Keuangan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 mencapai 5,5%.

“Kami optimistis triwulan I akan tumbuh 5,5%, didukung oleh peningkatan PPN dan PPNBM yang cukup signifikan serta ekspektasi konsumen yang masih kuat,” katanya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×