Reporter: Zendy Pradana | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin memprediksi dengan adanya tunjangan hari raya (THR) dan bonus hari raya (BHR) bisa mendongkrak perekonomian Indonesia pada kuartal I-2026.
Menurutnya, THR dan BHR dinilai bisa mendongkrak sistem perekonomian pada kuartal I karena menjadi sebuah momen yang paling ditunggu oleh masyarakat Indonesia.
"THR dan BHR sudah lama ditunggu, tentunya ini akan mendongkrak belanja konsumsi RT. Impact bagi pertumbuhan ekonomi Q1 (Kuartal I) 2026 akan sangat signifikan," ujar Wijayanto Samirin saat dikonfirmasi, Jumat (6/3/2026).
Wijayanto menjelaskan, dengan adanya momen Lebaran ini, justru bisa mendongkrak belanja ritel sampai 40%.
Baca Juga: Defisit APBN Mengancam: Insentif Mobil Listrik 2026 Terancam Batal
"(Dongkrak Kuartal I) Sangat, Q1 (Kuartal I) 2026 sangat beruntung, karena ada kombinasi dampak ikutan Nataru dan dampak Lebaran. Kombinasi kedua event tersebut mewakili 30%-40% belanja ritel sepanjang tahun," beber Wijayanto.
Sebagai informasi, total anggaran pembayaran THR Idulfitri 2026 untuk ASN mencapai Rp 55 triliun. Angka ini meningkat sekitar 10% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 49 triliun.
Anggaran tersebut dialokasikan untuk 2,4 juta ASN pusat termasuk TNI dan Polri sebesar Rp 22,2 triliun, 4,3 juta ASN daerah sebesar Rp 20,2 triliun, dan 3,8 juta pensiunan sebesar Rp 12,7 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













