kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Purbaya Bantah Rupiah Melemah Akibat Pencalonan Thomas Djiwandono di BI


Kamis, 22 Januari 2026 / 14:10 WIB
Purbaya Bantah Rupiah Melemah Akibat Pencalonan Thomas Djiwandono di BI
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah melemah di bulan ini dan nyaris menembus level Rp 17.000 per dolar AS. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah di bulan ini dan nyaris menembus level Rp 17.000 per dolar AS.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah tidak terkait dengan pencalonan Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). 

Menurutnya, tekanan terhadap rupiah sudah terjadi sebelum proses pencalonan tersebut mengemuka.

"Rupiah melemah sebelum pak Thomas ditunjuk. Jadi itu bukan isu. Ada faktor lain," ujar Purbaya kepada awak media di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Baca Juga: Bukan Moneter, Pelemahan Rupiah Lebih Dipicu Persepsi Risiko Kebijakan Fiskal?

Purbaya bilang, pemerintah dan otoritas moneter kini fokus menjaga stabilitas nilai tukar di tengah dinamika global dan sentimen pasar yang fluktuatif. 

Koordinasi erat dilakukan antara Bank Indonesia (BI), Kementerian Keuangan, dan seluruh elemen pemerintah untuk meredam gejolak di pasar keuangan.

"Yang penting sekarang BI, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan seluruh elemen pemerintah sepakat menjaga stabilitas nilai tukar," katanya.

Ia yakin BI memiliki strategi yang tepat untuk menjaga stabilitas rupiah. "Kita percaya BI punya strategi yang tepat. Fundamental ekonomi kita terus diperbaiki dan akan semakin membaik," katanya.

Purbaya juga meminta pelaku pasar dan masyarakat tidak bereaksi berlebihan terhadap pergerakan rupiah dalam jangka pendek. "Jadi enggak usah khawatir," imbuh Purbaya.

Baca Juga: BI Dinilai Sudah All Out Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Tekanan Global

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×