Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membenarkan bahwa keponakan Presiden Prabowo Subianto, Thomas Djiwandono, masuk dalam daftar nama yang diusulkan Presiden untuk mengisi jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Prasetyo menjelaskan, pengusulan calon Deputi Gubernur BI dilakukan menyusul adanya surat pengunduran diri dari salah satu Deputi Gubernur BI, yakni Juda Agung yang dikabarkan sudah mengundurkan diri pada 15 Januari 2025.
Sesuai ketentuan perundang-undangan, jabatan yang ditinggalkan tersebut harus segera diisi melalui proses dan mekanisme yang berlaku.
“Berkenaan dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia itu bermula dari adanya surat pengunduran diri dari salah satu deputi gubernur. Kemudian sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku, harus dilanjutkan dengan proses pengisian jabatan yang ditinggalkan,” ujar Prasetyo kepada awak media, Senin (19/1/2026).
Baca Juga: Prabowo Dikabarkan Mengusulkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Ia menambahkan, Presiden selanjutnya mengirimkan surat presiden (Surpres) kepada DPR RI untuk memulai proses pemilihan Deputi Gubernur BI. Proses tersebut akan dilakukan melalui uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di DPR.
Dalam Surpres tersebut, terdapat tiga nama yang diusulkan Presiden. Salah satunya adalah Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono.
“Ada beberapa nama yang dikirimkan, salah satunya memang betul ada nama yang kita usulkan, yaitu Pak Wamenkeu Thomas Djiwandono,” kata Prasetyo.
Prasetyo memastikan jumlah calon yang diusulkan sebanyak tiga orang, meski ia belum merinci seluruh nama yang masuk dalam daftar tersebut.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad turut membenarkan bahwa DPR telah menerima surpres Presiden berisi tiga nama calon Deputi Gubernur BI. Namun, Dasco enggan mengungkap identitas para calon tersebut.
“Presiden mengirimkan tiga nama,” ucap Dasco kepada Kontan, Senin (19/1/2026).
Baca Juga: Deputi Gubernur Senior BI: Jaga dan Gunakan Rupiah Sesuai Kebutuhan
Selanjutnya: Rupiah Tertekan Jelang RDG BI, Pasar Cemas Arah Kebijakan dan Risiko Fiskal
Menarik Dibaca: Promo Terbaru AZKO Dorong Keluarga Lebih Peduli Kualitas Udara di Rumah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News











![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
