kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Prabowo Ajukan Tiga Nama Calon Deputi Gubernur BI ke DPR, Ada Thomas Djiwandono


Senin, 19 Januari 2026 / 16:35 WIB
Diperbarui Senin, 19 Januari 2026 / 16:39 WIB
Prabowo Ajukan Tiga Nama Calon Deputi Gubernur BI ke DPR, Ada Thomas Djiwandono
ILUSTRASI. Presiden Prabowo menominasikan keponakannya, Thomas Djiwandono untuk posisi Deputi Gubernur BI bersama dua nama lainnya


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah mengajukan Thomas Djiwandono, yang merupakan keponakannya, untuk menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Hal tersebut dibenarkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Senin (19/1/2026), Prasetyo mengatakan, Presiden Prabowo telah mengajukan tiga nama ke parlemen untuk mengisi jabatan Deputi Senior Gubernur BI. Nah, salah satu nama yang diajukan adalah Thomas Djiwandono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Pengajuan Thomas ini dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang independensi bank sentral karena pemerintah berupaya mendapatkan lebih banyak dukungan untuk target ekonomi yang ambisius.

Para investor khawatir bahwa pembuatan kebijakan moneter independen di ekonomi terbesar Asia Tenggara ini mungkin berada di bawah tekanan karena Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada tahun 2029, dari sekitar 5% saat ini.

Baca Juga: Prabowo Dikabarkan Mengusulkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI

Kekhawatiran tersebut meningkat setelah BI meluncurkan kesepakatan pembagian beban baru tahun lalu untuk mendanai beberapa program pemerintah.

Pencalonan tiga nama tersebut menyusul pengunduran diri Deputi Gubernur BI Juda Agung, tambah Prasetyo. Asal tahu saja, seharusnya masa jabatan Juda Agung berakhir pada tahun 2027, yang tercantum di situs web BI.

Hingga saat ini, Thomas Djiwandono, Juda Agung, juru bicara BI, dan ketua panel parlemen yang mengawasi penilaian untuk kepemimpinan puncak bank sentral tidak segera menanggapi permintaan komentar yang diajukan Reuters.

Baca Juga: Istana Benarkan Ponakan Prabowo Wamenkeu Thomas Masuk Radar Calon Deputi Gubernur BI

Di sisi lain, rupiah melanjutkan pelemahan setelah berita hari Senin, setelah diperdagangkan pada titik terlemahnya sejak April 2025 di tengah ketidakpastian dari kebijakan tarif AS yang baru dan kekhawatiran atas defisit fiskal Indonesia yang semakin melebar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×