Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menduga Juda Agung berpeluang menggantikan Thomas Djiwandono di posisi Wakil Menteri Keuangan, seiring masuknya nama Thomas dalam bursa calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Purbaya menyebut, pergantian tersebut berpotensi terjadi sebagai bagian dari pergeseran jabatan antara pemerintah dan Bank Indonesia.
“Kelihatannya begitu. Saya dengar juga begitu, switch kelihatannya. Nanti saya mau ketemu Pak Juda, mungkin besok, saya mau lihat niatnya dia apa,” kata Purbaya sambil berseloroh saat ditemui di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (19/1/2026).
Sebelumnya, Juda Agung telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur BI pada 15 Januari 2026.
Baca Juga: Prabowo Ajukan Tiga Nama Calon Deputi Gubernur BI ke DPR, Ada Thomas Djiwandono
Sementara itu, Thomas Djiwandono saat ini tengah masuk radar calon Deputi Gubernur BI dan dijadwalkan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).
Purbaya menilai, masuknya Thomas ke BI merupakan langkah positif yang akan memperluas pengalaman kebijakan, mengingat Thomas selama ini berkecimpung di sektor fiskal.
“Ya bagus lah, biar Pak Thomas punya pengalaman lebih luas lagi. Sudah di fiskal, sekarang kalau masuk ke moneter kan bagus. Saya mendukung,” katanya.
Ia juga menyinggung kehadiran Thomas yang tercatat telah dua kali mengikuti Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI sebagai bagian dari proses penyesuaian terhadap kebijakan moneter.
“Disuruh ngintip-ngintip, di BI ada apa sih? Kan sudah ngintip dua kali, cukup. Jadi pindah ke sana juga cukup,” ujarnya.
Baca Juga: Prabowo Dikabarkan Mengusulkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Lebih lanjut, Purbaya menegaskan bahwa perpindahan pejabat antara pemerintah dan BI tidak berkaitan dengan isu independensi bank sentral. Menurutnya, BI tetap independen dalam menjalankan kebijakan moneter, sementara pemerintah fokus pada kebijakan fiskal.
“Kalau independensi nggak ada hubungannya. Kecuali nanti pada waktu ambil keputusan ada intervensi langsung dari pemerintah. Selama ini kan nggak ada,” tegasnya.
Purbaya menambahkan, koordinasi antara pemerintah dan BI tetap dilakukan melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk memastikan kebijakan fiskal dan moneter saling mendukung pertumbuhan ekonomi.
“Kita koordinasi di KSSK supaya kebijakan, walaupun sama-sama independen, bisa menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat,” jelasnya.
Baca Juga: Thomas Djiwandono Menguat di Bursa Calon Deputi Gubernur BI, Ini Kata Komisi XI DPR
Meski mengindikasikan adanya pergantian jabatan, Purbaya menegaskan dirinya tidak terlibat dalam proses penunjukan tersebut.
“Oh, saya nggak tahu. Bukan saya yang memindahkan. Saya cuma kasih komentar kalau diminta,” pungkas Purbaya.
Selanjutnya: Menkeu Purbaya Dukung Wamenkeu Thomas Jadi Deputi Gubernur BI
Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Selasa 20 Januari 2026, Utamakan Kolaborasi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
