Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menegaskan setiap rupiah yang dikumpulkan negara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus kembali memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, kemerdekaan Indonesia tidak cukup hanya diwujudkan dengan simbol, tetapi harus dirasakan rakyat dalam kehidupan sehari-hari.
Prabowo mengatakan kemerdekaan harus dapat dirasakan masyarakat mulai dari kebutuhan pangan hingga akses pendidikan dan layanan kesehatan. Karena itu, APBN harus menjadi instrumen untuk memastikan manfaat pembangunan benar-benar sampai kepada rakyat.
Baca Juga: Prabowo Targetkan Defisit RAPBN 2027 Turun Jadi 2,40% dari PDB
“Setiap rupiah yang dikumpulkan negara harus kembali menjadi harapan yang nyata bagi rakyat kita,” ujar Prabowo dalam penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan APBN 2027 di Gedung Parlemen, Jumat (14/8/2026).
Menurut Prabowo, makna kemerdekaan harus tercermin dalam kehidupan masyarakat. Ia mencontohkan kemerdekaan harus terasa di meja makan, ruang kelas, puskesmas hingga rumah sakit.
Prabowo menyebut prinsip tersebut menjadi bagian dari makna APBN sebagai alat perjuangan. Pemerintah, kata dia, harus memastikan pengelolaan keuangan negara tidak hanya berorientasi pada angka-angka fiskal, tetapi juga memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
Di sisi lain, Prabowo mengakui pemerintah menghadapi kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian memasuki 2026. Kenaikan harga energi akibat perang, tingginya suku bunga global, tekanan nilai tukar sejumlah negara serta ketegangan geopolitik menjadi tantangan bagi perekonomian Indonesia.
“Namun di tengah tekanan ketidakpastian kita syukur perekonomian kita tetap tegak,” ujar Prabowo.
Ia mengatakan perekonomian Indonesia pada semester I 2026 tumbuh pada level tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Prabowo juga menyebut inflasi masih terkendali, permintaan domestik tetap kuat dan APBN mampu bekerja secara optimal.
Kinerja tersebut juga tercermin dari pertumbuhan pendapatan negara. Hingga akhir Juli 2026, Prabowo mencatat pendapatan negara tumbuh 21,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, belanja negara tumbuh 18,2% secara tahunan. Di tengah pertumbuhan pendapatan dan belanja tersebut, pemerintah tetap menjaga defisit APBN pada level 0,91% terhadap produk domestik bruto (PDB).
“Hingga akhir Juli 2026 pendapatan negara tumbuh tinggi 21,3% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Belanja negara tumbuh kuat 18,2% secara tahunan, dan defisit APBN tetap terjaga 0,91% terhadap PDB,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, capaian tersebut menunjukkan keberpihakan terhadap masyarakat dapat berjalan beriringan dengan pengelolaan fiskal yang disiplin. Pemerintah tidak perlu memilih antara mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga kehati-hatian dalam mengelola APBN.
“Ini adalah bukti bahwa keberpihakan pada rakyat bisa berjalan dengan disiplin fiskal. Kita tidak pilih antara pertumbuhan dan kehati-hatian,” tegas Prabowo.
Baca Juga: Puan Maharani Soroti Hoaks Mengatasnamakan Pimpinan DPR di Ruang Digital
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
