kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Prabowo Genjot Pendapatan Negara, Hashim Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif Pajak


Rabu, 26 Februari 2025 / 13:53 WIB
Prabowo Genjot Pendapatan Negara, Hashim Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif Pajak
ILUSTRASI. Hashim Djodohadikusumo memastikan bahwa kenaikan pendapatan negara ini tidak akan dilakukan melalui kenaikan tarif pajak. ANTARA FOTO/Andika Wahyu/rwa.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto terus berupaya untuk menggenjot pendapatan negara.Kendati begitu, adik Prabowo, Hashim Djodohadikusumo memastikan bahwa kenaikan pendapatan negara ini tidak akan dilakukan melalui kenaikan tarif pajak.

"Itu satu hal yang saya mau jelaskan, ini bukan tarif pajak," ujar Hashim dalam forum CNBC Indonesia Economic Outlook 2025, Rabu (26/2).

Baca Juga: Pemerintah Godok Aturan Baru Terkait PPN Besaran Tertentu di Era Tarif 12%

Hashim juga memastikan bahwa kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN)  hanya berlaku untuk barang-barang mewah saja. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir terkait hal tersebut.

Hashim mengatakan bahwa rasio pendapatan negara bisa mencapai 18% PDB tanpa kenaikan tarif pajak. Menurutnya, pencapaian tersebut bisa dilakukan dengan mengoptimalkan penerimaan dari sektor shadow economy.

Baca Juga: Bidik Shadow Economy, Adik Prabowo Optimistis APBN Tidak Defisit Lagi

Dari hitungannya, shadow economy tersebut bisa menambah penerimaan sebesar Rp 900 triliun ke kas negara setiap tahunnya. Hashim menyebut, Prabowo sudah menugaskan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anggito Abimanyu untuk mengoptimalkan penerimaan pajak dari shadow economy atau grey economy.

"Pak Prabowo sangat antusias, sudah punya tugas khusus untuk Pak Anggito. Kita akan nanti lambat laun seperti Cambodia, 18% (revenue ratio). Berarti apa? Setiap tahun kita akan ada penambahan penerimaan Rp 900 triliun," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×