Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Prabowo Subianto memberikan tugas khusus kepada Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu untuk meningkatkan pendapatan negara.
Hal tersebut disampaikan adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo dalam forum CNBC Indonesia Economic Outlook 2024, Rabu (26/2).
Hashim mengatakan bahwa Prabowo meyakini rasio pendapatan negara akan selevel Kamboja sebesar 18% PDB jika Indonesia berhasil meningkatkan pendapatannya.
Baca Juga: Prabowo Bakal Bidik Pendapatan Rp 1.463 Triliun per Tahun dari Shadow Economy
"Pak Prabowo sangat antusias, sudah punya tugas khusus untuk pak Anggito. Kita akan nanti lambat laun seperti Cambodia di 18%," katanya.
Hashim menyebut upaya peningkatan pendapatan negara salah satunya dengan mengoptimalkan penerimaan dari shadow economy atau ekonomi bayangan.
Menurutnya, terdapat porsi ekonomi yang tidak tercatat atau dikenal sebagai shadow economy yang berkisar antara 25 hingga 30% dari total ekonomi yang dilaporkan.
Adapun saat ini, kata Hashim, ekonomi Indonesia tercatat berada di angka Rp 22.000 triliun, menjadikannya sebagai ekonomi terbesar ke-16 di dunia.
Namun, jika memasukkan sektor ekonomi yang belum tercatat, angka tersebut dapat meningkat hingga Rp 27.000 triliun hingga Rp 28.000 triliun.
Baca Juga: Prabowo Bakal Bidik Pendapatan Rp 1.463 Triliun per Tahun dari Shadow Economy
Faktor utama yang menyebabkan ekonomi tidak tercatat ini adalah banyaknya masyarakat yang belum memiliki rekening bank, sehingga transaksi mereka tidak masuk dalam sistem perbankan formal.
"25% ini tidak tercatat, karena ada yang nakal, banyak juga yang tidak punya rekening bank," katanya.
Apabila penerimaan dari shadow economy ini bisa dioptimalkan, maka Hashim meyakini rasio pendapatan negara bisa mencapai 18% PDB.
Dengan begitu, akan ada penambahan sekitar Rp 900 triliun setiap tahunnya sehingga keuangan negara tidak akan mengalami defisit lagi.
Baca Juga: Program Tax Amnesty Jilid III Diprediksi Membidik Pelaku Shadow Economy
"Setiap tahun kita akan ada penambahan penerimaan Rp 900 triliun. Berarti apa? Tidak bakal ada defisit lagi. Tidak ada budget defisit, kita akan budget surplus. Tapi kita harus kelola dengan sebaik-baiknya," pungkasnya.
Selanjutnya: Bybit Nyatakan Perang terhadap Lazarus, Pasca Peretasan Besar-besaran Rp 24 Triliun
Menarik Dibaca: Menu Makanan untuk Diet Pemula dalam Seminggu, Bantu Turunkan Berat Badan!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News