Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menyebut pemberian laporan palsu untuk menyenangkan atasan atau pemimpin merupakan permasalahan yang telah menjadi budaya di Indonesia.
Hal ini diungkapkan Prabowo imbas pernyataan tegasnya dalam perayaan ulang tahun BPI Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang pertama, pada Rabu (11/3/2026).
Saat itu, Prabowo memperingatkan jajaran direksi agar memberikan laporan yang apa adanya dan tidak bermain-main dengan laporan palsu.
"Budaya 'asal Bapak senang, asal Ibu senang' ini sudah membudaya. Saya kira di semua institusi. This is part of our problems (ini adalah bagian dari masalah kita)," ucap Prabowo di kediamannya yang disiarkan melalui kanal YouTube Prabowo Subianto, Kamis (19/3/2026).
Baca Juga: Prabowo Buka Opsi Pelebaran Defisit APBN, Namun Tetap Jadi Pilihan Terakhir
Sebab, ia menekankan, kesalahan informasi dapat berdampak langsung pada proses pengambilan keputusan, yang bisa membuat keputusan yang diambil pemimpin menjadi keliru.
Mengatasi hal ini, Prabowo bilang pemimpin perlu menerapkan pemikiran atau mindset waspada terhadap setiap laporan yang diterima.
Pemimpin, menurutnya, harus siap dan berani menghadapi realitas saat ada laporan yang tidak menyenangkan, tetapi sesuai dengan kondisi di lapangan.
"Kita harus mau dan berani menerima laporan yang paling tidak enak," tegas dia.
Baca Juga: Prabowo Buka Opsi Pelebaran Defisit Jika Harga Minyak Terus Melonjak
Prabowo menambahkan, ia sendiri tak jarang memantau dan menonton unggahan media, seperti podcast, yang mengkritisi dirinya sebagai presiden.
"Karena saya anggap walaupun dia umpamanya menyerang dengan cara tidak baik, bagi saya itu justru membuat saya lebih waspada," ujarnya.
Prabowo mencontohkan, ketika berbagai kritikan dilontarkan terhadap programnya, Makan Bergizi Gratis (MBG), ia mengklaim langsung melakukan pengecekan.
Hal ini dilakukan Prabowo dengan memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan crosscheck terhadap permasalahan yang terjadi di lapangan. Maka dari itu, "dari sekian puluh ribu dapur MBG, sudah kita suspend lebih dari 1.000," imbuhnya.
Baca Juga: Prabowo Akan Takbiran di Sumut dan Shalat Idul Fitri di Aceh
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













