kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.759   50,00   0,28%
  • IDX 6.520   1,38   0,02%
  • KOMPAS100 850   1,52   0,18%
  • LQ45 643   1,64   0,26%
  • ISSI 228   -0,55   -0,24%
  • IDX30 360   1,28   0,36%
  • IDXHIDIV20 442   3,36   0,77%
  • IDX80 97   0,16   0,16%
  • IDXV30 123   1,42   1,17%
  • IDXQ30 115   0,59   0,52%

Prabowo Buka Opsi Pelebaran Defisit Jika Harga Minyak Terus Melonjak


Selasa, 17 Maret 2026 / 13:39 WIB
Diperbarui Selasa, 17 Maret 2026 / 14:01 WIB
Prabowo Buka Opsi Pelebaran Defisit Jika Harga Minyak Terus Melonjak
ILUSTRASI. Presiden hadiri Indonesia Economic Outlook 2026 (ANTARAFOTO/FAUZAN)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto buka opsi pelebaran defisit APBN jika harga minyak dunia terus melonjak imbas perang di Timur Tengah. 

Meskipun demikian, Prabowo menekankan bahwa opsi melampaui batas defisit adalah pilihan terakhir. Ia mengatakan bahwa meski banyak negara lain, termasuk anggota Uni Eropa, telah mengabaikan target defisit yang ketat, Indonesia harus tetap konsisten.

Prabowo secara terbuka menentang pemikiran ekonomi yang menganjurkan pencapaian pertumbuhan tinggi melalui pengambilan utang yang besar. Prabowo menyebut bahwa nilai-nilai yang ia pegang teguh berasal dari didikan orang tuanya untuk selalu mengukur pengeluaran berdasarkan kemampuan yang ada.

Baca Juga: Lonjakan Harga Minyak Dunia Berpotensi Perlebar Defisit APBN Indonesia

"Saya harap kita tidak perlu mengubahnya. Sebenarnya saya tidak percaya pada defisit. Mungkin saya orang yang kuno," kata Prabowo dalam keterangan resminya, Selasa (17/3/2026). 

Prabowo menegaskan batas defisit anggaran maksimal sebesar 3% dari produk domestik bruto (PDB).

Menurutnya, pemerintah akan mempertimbangkan untuk melampaui batas tersebut jika Indonesia menghadapi situasi darurat yang luar biasa.

Baca Juga: Lonjakan Harga Minyak Dunia Ancam Ketahanan APBN 2026

Ia menyamakan potensi kebijakan tersebut dengan masa pandemi COVID-19. Saat itu, Indonesia secara legal diizinkan melampaui batas defisit selama dua tahun untuk membiayai belanja darurat demi menyelamatkan rakyat.

"Jangan belanja lebih besar dari penghasilan. Ini adalah dasar kehidupan untuk bertahan hidup," jelas Prabowo. 

Baca Juga: Purbaya Siapkan Penyesuaian APBN Jika Harga Minyak Dunia Terus Naik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×