kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.681   54,00   0,31%
  • IDX 6.535   -6,68   -0,10%
  • KOMPAS100 866   8,07   0,94%
  • LQ45 659   9,32   1,43%
  • ISSI 225   -2,18   -0,96%
  • IDX30 366   5,04   1,40%
  • IDXHIDIV20 458   8,21   1,83%
  • IDX80 99   1,17   1,20%
  • IDXV30 126   0,85   0,68%
  • IDXQ30 118   2,25   1,94%

Politisi PDIP akui Jokowi kerap dipengaruhi partai


Senin, 02 Februari 2015 / 20:44 WIB
ILUSTRASI. Lampu untuk kamar mandi kira-kira perlu berapa watt ya? Yuk simak penjelasannya!


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Politisi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko mengakui Presiden Joko Widodo kerap mendapatkan pengaruh dari partai-partai pendukungnya di Koalisi Indonesia Hebat saat mengambil keputusan dan kebijakan dalam pemerintahannya.

"Pengaruh, desakan, lobi, persuasi pasti ada. Bohong kalau tidak ada. Tapi itu dalam politik biasa-biasa saja," kata Budiman saat menjadi pembicara dalam survei Lembaga Survei Indonesia bertajuk '100 hari pemerintahan Jokowi-JK', di Jakarta, Senin (2/2/2015) sore.

Menurut Budiman, kompromi-kompromi seperti itu merupakan konsekuensi bagi seorang presiden yang bukan merupakan ketua umum partai. Namun, kata Budiman, Jokowi tetap menjadi penentu akhir dari kebijakan yang dia ambil.

Budiman mencontohkan dalam pemilihan menteri Kabinet Kerja, Presiden Jokowi telah menetapkan kriteria minimum bagi calon menteri yang diajukan partai politik, yakni tidak terlibat korupsi dan tidak tercatat sebagai pelaku dugaan korupsi di KPK.

"Hal itu menjelaskan bahwa Jokowi sepenuhnya tidak dikontrol parpol pendukungnya. Itu contoh kompromi politik dan tentu saja bisa terjadi," ujarnya. (Ihsanuddin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×