kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Polisi bantah intimidasi Firza Husein soal video


Jumat, 03 Februari 2017 / 17:46 WIB
Polisi bantah intimidasi Firza Husein soal video


Sumber: TribunNews.com | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Kepolisian membantah melakukan intimidasi terhadap Firza Husein saat melakukan interogasi di Markas Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan tak ada intimidasi yang dilakukan penyidik terhadap Firza.

"Tidak ada, kita pokoknya secara profesional, kita mencari bukti-bukti, alat bukti melalui saintifik. Nanti Ahli yang akan bicara," ucap Argo di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (3/2).

Sebelumnya, Firza Husein mengaku diintimidasi penyidik di Markas Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok. Firza Husein ditanya seputar kasus dugaan makar dan kasus dugaan pornografi, setelah sebuah percakapan video chat berbau pornografi tersebar di dunia maya.

Dalam percakapan itu  komunikasi diduga terjadi antara Rizieq Shihab dengan Firza Husein.

Kuasa hukum Firza, Azis Yanuar merasa ada yang janggal dalam pemeriksaan kliennya. Mengenai kondisi Firza, ucap Azis, saat ini dalam kondisi tertekan

"Yang bersangkutan mengakui ditekan, disuruh mengakui tentang berita-berita yang menjadi viral itu. Padahal, berita itu, tidak pernah ada," kata Azis saat dihubungi wartawan, Jumat (3/2).

Menurut keterangan Azis, Firza yang merupakan tersangka makar diinterogasi penyidik. Firza ditanyai 20 pertanyaan. Tapi, Firza juga ditanyai seputar hubungannya dengan Rizieq Shihab.

"Kalau makar, kok dari 20 pertanyaan, 9 pertanyaannya itu, berkaitan dengan HRS, terkait berita di viral, terkait dengan handphone, komunikasi dengan HRS. Ini enggak ada hubungannya kan?" ucapnya.

"Terus ada intimidasi dan tekanan dari pihak kepolisian untuk mengaku video di viral itu," imbuh Azis.

(Dennis Destryawan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×