kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Pidato perdana jadi ketum, SBY salah sebut partai


Sabtu, 30 Maret 2013 / 21:26 WIB
ILUSTRASI. Ini bocoran materi tes SKB CPNS 2021 beserta bobot nilainya, siapkan dari sekarang. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/aww.


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

DENPASAR. Susilo Bambang Yudhoyono baru saja dipilih sebagai Ketua Umum Partai Demorat menggantikan Anas Urbaningrum, Sabtu (30/3). Pidato pertama pun disampaikan pada malam harinya. Tapi, di tengah pidato, dia salah menyebutkan nama partai.

"InsyaAllah besok saya akan umumkan Ketua Harian Partai Daerah, Dewan Pembina Partai Daerah, Ketua Majelis Tinggi Partai Daerah..ulangi, Partai Demokrat," ujar SBY. Kesalahan penyebutan nama ini terjadi pada sepertiga terakhir pidatonya, sebelum menyampaikan pesan pada kader Partai Demokrat dan kemudian pada rakyat Indonesia.

Terkait dengan terpilihnya SBY menjadi Ketua Umum Partai Demokrat, sebagai bagian dari syarat kesediaannya menempati jabatan itu, akan hadir jabatan baru dalam struktur partai tersebut. Jabatan baru itu adalah Ketua Harian. Tak hanya untuk menjalankan tugas Ketua Umum, ternyata SBY juga mendelegasikan jabatan Ketua Dewan Pembina dan Ketua Majelis Tinggi pada jabatan lain, dengan menyebutnya sebagai ketua harian pula.

Partai Demokrat menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) di Bali, Sabtu (30/3). SBY terpilih menjadi ketua umum secara aklamasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×