kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Ekonom Soroti Pelemahan Daya Beli Masyarakat


Selasa, 05 November 2024 / 20:49 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Ekonom Soroti Pelemahan Daya Beli Masyarakat
ILUSTRASI. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2024 mencapai 4,95%./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/06/08/2024.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2024 mencapai 4,95% year on year (YoY). Angka ini melambat jika dibandingkan dengan kuartal II-2024 yang sebesar 5,05% yoy.

Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang juga melambat ke level 4,91% yoy.

Chief Economist Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya Indrastomo mengatakan bahwa potensi pelemahan daya beli masyarakat Indonesia memang sudah terlihat sejak Maret, seiring dengan penurunan signifikan dalam tingkat belanja selama Ramadan.

Baca Juga: Konsumsi Lesu, Menko Airlangga Optimistis Ekonomi Indonesia Bisa Sentuh 5% di 2024

Menurutnya, tingkat konsumsi masyarakat yang semula tinggi dengan belanja yang 2,5 hingga 3 kali lipat selama Ramadan, kini mengalami penurunan yang drastis.

Menurutnya, masyarakat kini terpaksa mengandalkan tabungan mereka untuk memenuhi kebutuhan, dengan penurunan konsumsi tidak hanya terjadi pada barang-barang konsumsi non-prioritas, namun juga pada kebutuhan dasar.

"Memang secara proporsi meningkat, tetapi ada indikasi baik nilai maupun nominal tertahan," ujar Banjaran kepada Kontan.co.id, Selasa (5/11).

Banjaran menambahkan, meski terjadi penurunan konsumsi secara umum, namun ada sektor yang tetap menunjukkan angka positif. Salah satunya adalah belanja untuk sektor pendidikan yang tetap menunjukkan tren kenaikan.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat pada Kuartal III-2024, Ini Penyebabnya

Di sisi lain, belanja untuk kegiatan sosial atau pemberian kepada orang lain (spending on giving others) tercatat stagnan, yang menandakan bahwa masyarakat lebih selektif dalam pengeluaran mereka, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi.

"Hanya spending di sektor pendidikan yang konsisten naik. Di sisi lain spending on giving others stagnan di tengah yang lainnya turun," katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×