kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Pertamina: Hiswana jangan khawatir kisruh


Jumat, 11 Februari 2011 / 20:29 WIB


Reporter: Kurnia Dwi Hapsari | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Rencana pemerintah memberlakukan pembatasan BBM bersubsidi membuat Himpunan Wiraswasta Nasional (Hiswana) Migas was-was akan berdampak timbulnya persoalan. Tapi PT Pertamina berjanji akan menyiapkan beberapa antisipasi untuk mengatasinya.

Ketua Umum Hiswana Erry Purnomo Hadi sempat menyatakan pembatasan BBM bersubsidi akan menimbulkan kisruh di wilayah perbatasan. Pasalnya, saat ini terdapat sejumlah daerah yang berhubungan dengan perbatasan seperti Tangerang, Bogor, Sukabumi maupun Serang. "Selain di Jabodetabek, ada beberapa perbatasan yang menjual premium, takutnya nanti yang dekat dengan perbatasan menyerbu daerah itu," jelas Erry.

Tapi Djaelani Sutomo Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina mengatakan siap untuk menambah beberapa tangki untuk mengatasinya. Selain itu Pertamina juga mengaku menyediakan aparat khusus untuk pengawasan pemberlakuan pembatasan BBM bersubsidi di sejumlah SPBU yang berlokasi di daerah perbatasan."Jangan takut kisruh, kita akan sediakan aparat untuk mengamankan," jelasnya.

Masalah pinjaman lunak dari perbankan yang diminta Hiswana untuk investasi, menurut Djaelani sedang dalam pembahasan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). "Hiswana tidak mau kalau pinjam APBN, nanti jadi sulit, pinjamannya minimum Rp 400 juta sampai Rp 1 miliar," tambah Djaelani, di Jakarta (11/2).

Menurut Djaelani saat ini ada 610 SPBU di Jabodetabek siap menjual Pertamax. Sedangkan di Jawa Timur terdapat 475 SPBU yang siap menjual pertamax.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×