kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Danantara Bakal Tutup 300 BUMN Hingga Akhir Tahun 2026, Ini Strateginya


Minggu, 16 Agustus 2026 / 14:48 WIB
Danantara Bakal Tutup 300 BUMN Hingga Akhir Tahun 2026, Ini Strateginya
ILUSTRASI. Dari total 1.074 perusahaan BUMN, sebanyak 290 perusahaan telah ditutup hingga saat ini. Dan ditargetkan hanya akan ada 300 BUMN pada akhir tahun. (KONTAN/Syamsul Ashar)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah menargetkan sebanyak 300 perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) ditutup hingga akhir 2026 sebagai bagian dari upaya melakukan efisiensi dan penyederhanaan jumlah perusahaan pelat merah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, dari total 1.074 perusahaan BUMN, sebanyak 290 perusahaan telah ditutup hingga saat ini. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi sekitar 300 perusahaan pada akhir tahun.

"Kemudian tadi efisiensi BUMN nanti Pak Rosan menyampaikan, 290 BUMN ditutup dari 1074 dan maksimum di akhir tahun 300 BUMN," ujar Airlangga dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027, Jumat (16/8/2026).

Baca Juga: Menkeu Purbaya: Pemerintah Belum Akan Menaikkan Gaji ASN di 2027

Pada kesempatan yang sama, CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menjelaskan, penutupan tersebut merupakan bagian dari proses streamlining BUMN yang dilakukan melalui sejumlah skema, seperti merger, likuidasi, konsolidasi vertikal, dan langkah lainnya.

"Dari total 1074 perusahaan BUMN kami melakukan streamlining, per hari ini memang kita sudah menurunkan jumlah dari sekitar 290 perusahaan yang sudah kami tutup dengan kita melakukan merger, likudasi, konsultasi vertikal dan lainnya," kata Rosan.

Rosan mencontohkan, pemerintah menggabungkan perusahaan asset management yang sebelumnya dimiliki secara terpisah oleh bank dan institusi keuangan di bawah BUMN.

Selain itu, pemerintah melakukan konsolidasi terhadap sejumlah perusahaan rumah sakit dan hotel. Setelah dilakukan penggabungan, terdapat sekitar 137 hotel yang akan dikonsolidasikan.

"Contohnya, misalnya kita menggabungkan merger perusahaan aset management yang tadinya setiap bank dan juga financial institution di bawah BUMN punya perusahaan aset management sendiri, itu kita gabungkan," jelasnya.

Ia mengatakan, proses konsolidasi tersebut dilakukan untuk menciptakan efisiensi, meningkatkan produktivitas, serta mengoptimalkan aset-aset BUMN.

Meski demikian, Rosan mengakui proses penataan tersebut tidak mudah karena setiap perusahaan harus dilihat dari berbagai aspek sebelum dilakukan merger, likuidasi maupun konsolidasi.

Baca Juga: Anggaran Pendidikan Dasar dan Menengah di RAPBN 2027 Dipatok Rp 61,1 Triliun

"Tetapi memang ini harus kami akui perusahaan yang tidak mudah dan sangat-sangat berat karena ini harus dilihat dari semua aspeknya," ujarnya.

Rosan menegaskan, pemerintah akan terus menjalankan proses streamlining tersebut hingga mencapai target sekitar 300 perusahaan BUMN yang ditutup pada akhir tahun.
"Ini memang target kami untuk streamlining sehingga kita bisa menciptakan efisiensi, kita bisa menciptakan, meningkatkan produktivitas dan mengoptimalkan aset-aset kita yang ada," pungkas Rosan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×