kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

DPR : Subsidi BBM membengkak, jangan bebani APBN


Kamis, 10 Februari 2011 / 20:15 WIB
ILUSTRASI. Economic Outlook Bank Mandiri


Reporter: Mohamad Jumasri |

JAKARTA. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memperkirakan anggaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) akan membengkak. Penyebabnya adalah harga mentah dunia yang melonjak hingga US$ 100 per barel.

"Pemerintah melalui Kementerian ESDM sampai saat ini belum mengambil keputusan mengenai langkah apa yang perlu diambil," ujar Wakil Ketua Komisi XI DPR Achsanul Qosasi saat di hubungi KONTAN, Kamis (10/2).

Kementerian ESDM diharapkan membuat keputusan yang tak membebani APBN.

Ketua komisi VII DPR, Teuku Riefky Harsya meminta, Kementerian ESDM segera mengambil tindakan yang jelas. “Alasannya subsidi untuk mobil pribadi sudah tinggi,” ujarnya.

Data terakhir, subsidi BBM untuk mobil pribadi mencapai Rp 28 triliun atau setara dengan 14 juta kilo liter dalam setahun.

Menurutnya, jika pembatasan BBM hanya mampu menghemat subsidi Rp 5 triliun seharusnya, tidak perlu dijalankan karena akan berdampak pada permasalahan politisi. "Bisa jadi diskusi publik yang mendiskreditkan pemerintah, padahal nilai ekonomisnya kecil,” pungkas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×