kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   25.000   0,96%
  • USD/IDR 17.770   9,00   0,05%
  • IDX 6.436   -26,02   -0,40%
  • KOMPAS100 841   -10,97   -1,29%
  • LQ45 639   -9,05   -1,40%
  • ISSI 226   1,50   0,67%
  • IDX30 356   -4,53   -1,26%
  • IDXHIDIV20 444   -5,54   -1,23%
  • IDX80 96   -1,30   -1,34%
  • IDXV30 123   -1,49   -1,20%
  • IDXQ30 115   -1,55   -1,33%

Kemenkeu Pastikan Ekonomi Kuartal III 2026 Berdampak ke Daya Beli dan Lapangan Kerja


Jumat, 18 September 2026 / 13:22 WIB
Kemenkeu Pastikan Ekonomi Kuartal III 2026 Berdampak ke Daya Beli dan Lapangan Kerja
ILUSTRASI. Pusat bisnis Jakarta (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Keuangan memastikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2026 tidak hanya tercermin dari angka Produk Domestik Bruto (PDB), tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap masyarakat.

Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Ferry Ardiyanto mengatakan, pemerintah ingin memastikan pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat dalam bentuk peningkatan pendapatan, kesempatan kerja, hingga daya beli masyarakat.

Baca Juga: Bea Cukai Masih Kaji Skema Legalisasi Rokok Ilegal

“Jadi pemerintah tidak ingin pertumbuhan hanya terlihat di dalam angka PDB tetapi tidak dirasakan dalam pendapatan, kesempatan kerja, dan daya beli masyarakat,” ujar Ferry.

Menurut Ferry, pemerintah melihat kualitas pertumbuhan ekonomi melalui sejumlah indikator. Beberapa di antaranya adalah penyerapan tenaga kerja, konsumsi masyarakat, pendapatan riil, kemiskinan, ketimpangan, serta perkembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan ekonomi daerah.

Untuk mendorong agar pertumbuhan ekonomi dapat ditransmisikan secara lebih luas, pemerintah mengarahkan APBN untuk membiayai berbagai program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“APBN diarahkan untuk memperkuat transmisi pertumbuhan melalui belanja yang langsung menyentuh masyarakat. Termasuk perlinsos atau perlindungan sosial, kemudian program padat karya, kemudian pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan dukungan terhadap UMKM,” jelasnya.

Ferry menegaskan, keberhasilan pertumbuhan ekonomi tidak semata-mata diukur dari besaran pertumbuhan PDB. Pemerintah juga melihat seberapa luas masyarakat yang mendapatkan manfaat dari pertumbuhan tersebut.

“Jadi ukuran keberhasilan bukan hanya dari berapa persen pertumbuhan ekonomi kita tetapi seberapa luas masyarakat yang memperoleh manfaat dari pertumbuhan tersebut,” pungkas Ferry.

Sebagaimana diketahui, pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 tercatat 5,29% year on year (yoy), setelah pada kuartal sebelumnya tumbuh sebesar 5,61% yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×