kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.557.000   3.000   0,12%
  • USD/IDR 18.093   -96,00   -0,53%
  • IDX 5.030   110,49   2,25%
  • KOMPAS100 648   16,04   2,54%
  • LQ45 514   12,41   2,48%
  • ISSI 166   2,88   1,77%
  • IDX30 289   6,27   2,22%
  • IDXHIDIV20 389   6,59   1,72%
  • IDX80 75   1,80   2,47%
  • IDXV30 108   1,64   1,54%
  • IDXQ30 97   2,23   2,35%

Pemerintah yakin konsumsi tumbuh di akhir tahun


Kamis, 07 September 2017 / 17:45 WIB


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - Pemerintah dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara Perubahan atawa APBN-P 2017 menetapkan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 5,2%. Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, ekonomi sepanjang 2017 kemungkinan akan tumbuh 5,17%.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara mengatakan, pertumbuhan sebesar 5,17% ini bisa tercapai dengan dibangun oleh beberapa komponen. Dari sisi konsumsi rumah tangga, Suahasil optimistis akan mencapai 5,1% sepanjang 2017 ini.

“Kami harap masyarakat akan mulai konsumsi. Pertumbuhan konsumsi sebenarnya ada saat ini. Malah yang miskin atau masyarakat 40% terendah konsumsinya lebih tinggi dari tahun lalu,” ujarnya di Kantor Financial Club Jakarta, Kamis (7/9).

Suahasil melanjutkan, di sisi lain memang konsumsi kelompok masyarakat desil 5-9 atau kelompok masyarakat berpendapatan menengah menunjukkan perlambatan, tetapi tetap bertumbuh. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun lalu, pertumbuhannya mencapai 10%, namun tahun ini pertumbuhannya hanya 8%. 

“Memang di bawah tahun lalu, tetapi masih tumbuh kok,” kata dia.

Sementara, pertumbuhan konsumsi desil 0-4 atau kelompok berpendapatan rendah tercatat mencapai 8%. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibanding periode sama tahun lalu yang hanya 6,5%. 

Hal ini yang kemudian menurut Suahasil memberi persepsi seolah-olah ada konsumsi yang melambat atau daya beli menurun. Padahal konsumsi per kelompok rumah tangga itu masih tumbuh.

Selanjutnya, untuk mendorong ekonomi tumbuh 5,17% menurut Suahasil dibutuhkan investasi tumbuh 5,4% di semester II. Dengan demikian, secara keseluruhan tahun pertumbuhan investasi bisa mencapai 5,2%.

“Kalau kami lihat semester I investasi tumbuh 5,1% dan semester II 5,4%, kayaknya masuk akal. Confidence akan baik kalau spending budget-nya baik. Pajak kan juga proper, jadi semoga business confidence baik,” jelasnya.

Selain kedua komponen itu, sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani bilang bahwa untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 5,17% juga harus ditopang oleh ekspor yang tumbuh 5,4%, dan impor 1,9%. Target ini harus dicapai, sekalipun permintaan dunia melambat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×