CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.962   17,00   0,09%
  • IDX 6.232   56,24   0,91%
  • KOMPAS100 823   8,72   1,07%
  • LQ45 628   5,84   0,94%
  • ISSI 214   2,70   1,27%
  • IDX30 354   2,95   0,84%
  • IDXHIDIV20 440   1,97   0,45%
  • IDX80 94   1,10   1,18%
  • IDXV30 118   0,63   0,54%
  • IDXQ30 114   0,48   0,43%

Pemerintah Targetkan Penguatan Stabilitas Harga Pangan Lewat Warung Pangan ID FOOD


Senin, 20 Juli 2026 / 11:55 WIB
Pemerintah Targetkan Penguatan Stabilitas Harga Pangan Lewat Warung Pangan ID FOOD
ILUSTRASI. Kehadiran Warung Pangan dapat menjadi instrumen penting pemerintah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat distribusi pangan nasional.(KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penguatan sistem distribusi dinilai menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas harga pangan di Indonesia. Untuk itu, pemerintah mendorong pemanfaatan jaringan pasar tradisional melalui program Warung Pangan yang dikembangkan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menyatakan pemerintah sebenarnya telah memiliki infrastruktur berupa pasar tradisional yang tersebar di 514 kabupaten dan kota. Namun, selama ini jaringan tersebut belum dimanfaatkan secara optimal, terutama dalam memperoleh akses pasokan barang dari produsen maupun distributor.

Dengan demikian, kehadiran warung pangan dapat menjadi instrumen penting pemerintah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat distribusi pangan nasional.

Baca Juga: BI Diperkirakan Bakal Menaikkan Suku Bunga, Ini Alasannya

“Untuk keberadaan ID FOOD dengan inovasi Warung Pangan ini, kita harapkan menjadi infrastruktur yang cukup masif, di dalam rangka menjaga keterjangkauan dan stabilitas harga,” ungkap Hanif, dalam acara peluncuran warung pangan pada Senin (20/7/2026), di Pasar Tebet Timur, Jakarta Selatan. 

ID FOOD saat ini mengemban dua mandat sekaligus, yakni menjaga stabilitas harga pangan dan menjalankan bisnis perdagangan pangan secara sehat.

Dari sisi stabilitas harga, keberadaan jaringan Warung Pangan akan menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam mengintervensi harga ketika terjadi gejolak di pasar tradisional.

Di sisi lain, pengembangan Warung Pangan juga tetap memperhatikan aspek bisnis perusahaan. Selain mendistribusikan komoditas yang berkaitan dengan stabilisasi harga, ID FOOD didorong mengembangkan perdagangan produk komersial agar mampu meningkatkan kinerja perusahaan.

“Jadi tidak hanya barang-barang yang kemudian disubsidi saja, yang akan dijaga stabilitas harganya, tetapi barang-barang komersial lainnya akan menjadi kewajiban ID FOOD  untuk kemudian menjadi rangka usaha dalam memperbesar labanya,” tambahnya.

Baca Juga: Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak, Ditjen Pajak Kini Bisa Intip Rekening Keluarga

Hanif menyebut persoalan utama distribusi pangan selama ini terletak pada panjangnya rantai pasok sehingga harga barang mengalami kenaikan sebelum sampai ke pedagang.

Karena itu, pemerintah mendorong ID FOOD membangun jaringan Warung Pangan sebagai jalur distribusi yang lebih pendek dan efisien.

Di samping itu, Hanif menegaskan program tersebut juga tidak akan tumpang tindih dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Menurutnya, kedua program memiliki fungsi yang berbeda dan saling melengkapi.

Ia menjelaskan, KDMP akan difokuskan untuk memperlancar distribusi barang-barang subsidi pemerintah, sedangkan Warung Pangan berperan memperkuat distribusi komoditas pangan yang berpotensi memicu inflasi.

“Maka di situlah fungsi infrastruktur KDKMP. Sedangkan ID FOOD mempunyai peran yang lebih kepada organik lagi, langsung masuk pada sisi pasar melalui warung pangan ini. Warung pangan ini kita harapkan terus berkembang, dan tidak hanya pada barang-barang yang menjadi subsidi pemerintah, tetapi barang-barang yang kemudian menyebabkan inflasi,” jelasnya. 

Sementara itu, Direktur Komersial ID FOOD Dwi Sutoro mengatakan perusahaan menargetkan jumlah mitra Warung Pangan meningkat menjadi 25.000–27.000 hingga akhir 2026, dari sekitar 8.000 mitra yang telah bergabung saat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×