kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

BI Komitmen Jaga Stabilitas Harga Pangan pada Ramadan dan Idul Fitri 2026


Senin, 02 Maret 2026 / 21:56 WIB
BI Komitmen Jaga Stabilitas Harga Pangan pada Ramadan dan Idul Fitri 2026
ILUSTRASI. Permintaan pangan melonjak jelang Ramadhan 2026, namun BI pastikan inflasi volatile food terkendali. Cek target terbaru TPIP di sini. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga pangan yang bergejolak (volatile food) menjelang momentum Ramadhan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) pada 2026.

Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter (DKEM) BI, Firman Mochtar, mengatakan periode Ramadhan hingga Idul Fitri biasanya diikuti peningkatan permintaan pangan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Lonjakan permintaan ini kerap memicu kenaikan harga bahan makanan.

Meski demikian, Firman menyebut perkembangan inflasi kelompok volatile food saat ini masih menunjukkan tren yang menurun.

“Secara umum perkembangan inflasi volatile food atau harga bergejolak dalam tren menurun. Upaya menjaga harga pangan ini sangat penting,” ujar Firman dalam acara Kontan Share & Learn bersama Bank Indonesia di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Baca Juga: BI Tegaskan Sanksi Pidana bagi Pelaku Uang Mutilasi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi volatile food pada Februari tercatat sebesar 2,5% secara bulanan dan 4,64% secara tahunan.

Firman menegaskan angka tersebut masih berada dalam kisaran target yang ditetapkan oleh Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP), yakni menjaga inflasi volatile food tetap di bawah 5%.

“Angka ini masih berada dalam rentang yang kami sampaikan di Tim Pengendalian Inflasi Pusat, di mana inflasi volatile food dijaga berada di bawah 5%,” katanya.

Ia menjelaskan, pengendalian inflasi pangan tidak hanya penting untuk menjaga stabilitas harga, tetapi juga untuk mempertahankan daya beli masyarakat. Pasalnya, banyak produk makanan yang komponen inputnya berasal dari komoditas volatile food.

“Ini menjadi penting karena inflasi volatile food juga bisa berpengaruh terhadap inflasi inti,” jelasnya.

Baca Juga: Deputi BI Akui Gejolak Global dan Ketidakpastian Domestik Bayangi Ekonomi RI

Dengan perkembangan tersebut, BI menilai inflasi secara umum masih terkendali, termasuk inflasi pada kelompok pangan bergejolak.

Namun demikian, Firman menegaskan pengendalian harga pangan tetap menjadi perhatian utama, terutama menjelang periode Ramadhan dan Idul Fitri ketika permintaan masyarakat meningkat.

“Secara umum inflasi inti terkendali, inflasi volatile food juga masih dalam kisaran yang ingin kita capai. Menjadi perhatian adalah memang bagaimana kita mengendalikan harga pangan ini,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×