kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.135.000   50.000   1,62%
  • USD/IDR 16.894   85,00   0,51%
  • IDX 8.017   -218,65   -2,65%
  • KOMPAS100 1.125   -31,30   -2,71%
  • LQ45 812   -21,87   -2,62%
  • ISSI 286   -6,72   -2,30%
  • IDX30 429   -10,83   -2,46%
  • IDXHIDIV20 517   -9,75   -1,85%
  • IDX80 126   -2,90   -2,25%
  • IDXV30 141   -2,38   -1,66%
  • IDXQ30 138   -3,69   -2,61%

BI Komitmen Jaga Stabilitas Harga Pangan pada Ramadan dan Idul Fitri 2026


Senin, 02 Maret 2026 / 21:56 WIB
BI Komitmen Jaga Stabilitas Harga Pangan pada Ramadan dan Idul Fitri 2026


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga pangan yang bergejolak (volatile food) menjelang momentum Ramadhan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) pada 2026.

Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter (DKEM) BI, Firman Mochtar, mengatakan periode Ramadhan hingga Idul Fitri biasanya diikuti peningkatan permintaan pangan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Lonjakan permintaan ini kerap memicu kenaikan harga bahan makanan.

Meski demikian, Firman menyebut perkembangan inflasi kelompok volatile food saat ini masih menunjukkan tren yang menurun.

“Secara umum perkembangan inflasi volatile food atau harga bergejolak dalam tren menurun. Upaya menjaga harga pangan ini sangat penting,” ujar Firman dalam acara Kontan Share & Learn bersama Bank Indonesia di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Baca Juga: BI Tegaskan Sanksi Pidana bagi Pelaku Uang Mutilasi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi volatile food pada Februari tercatat sebesar 2,5% secara bulanan dan 4,64% secara tahunan.

Firman menegaskan angka tersebut masih berada dalam kisaran target yang ditetapkan oleh Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP), yakni menjaga inflasi volatile food tetap di bawah 5%.

“Angka ini masih berada dalam rentang yang kami sampaikan di Tim Pengendalian Inflasi Pusat, di mana inflasi volatile food dijaga berada di bawah 5%,” katanya.

Ia menjelaskan, pengendalian inflasi pangan tidak hanya penting untuk menjaga stabilitas harga, tetapi juga untuk mempertahankan daya beli masyarakat. Pasalnya, banyak produk makanan yang komponen inputnya berasal dari komoditas volatile food.

“Ini menjadi penting karena inflasi volatile food juga bisa berpengaruh terhadap inflasi inti,” jelasnya.

Baca Juga: Deputi BI Akui Gejolak Global dan Ketidakpastian Domestik Bayangi Ekonomi RI

Dengan perkembangan tersebut, BI menilai inflasi secara umum masih terkendali, termasuk inflasi pada kelompok pangan bergejolak.

Namun demikian, Firman menegaskan pengendalian harga pangan tetap menjadi perhatian utama, terutama menjelang periode Ramadhan dan Idul Fitri ketika permintaan masyarakat meningkat.

“Secara umum inflasi inti terkendali, inflasi volatile food juga masih dalam kisaran yang ingin kita capai. Menjadi perhatian adalah memang bagaimana kita mengendalikan harga pangan ini,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×