kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Merauke Diproyeksikan Jadi Pilar Baru Ketahanan Pangan Nasional


Minggu, 24 Mei 2026 / 16:56 WIB
Merauke Diproyeksikan Jadi Pilar Baru Ketahanan Pangan Nasional
ILUSTRASI. Proyek Food Estate Merauke diklaim vital hadapi krisis pangan. Temukan mengapa pemerintah dan tokoh Papua terus mendukungnya. Penggilingan padi di Tanah Miring, Merauke, Papua (DOK/F. Rahardi)


Reporter: TribunNews | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Proyek Strategis Nasional (PSN) pengembangan kawasan lumbung pangan atau food estate di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, kembali menjadi perhatian publik di tengah munculnya kritik terhadap proyek tersebut. 

Namun, pemerintah, kalangan DPR, hingga tokoh masyarakat Papua menilai program cetak sawah baru seluas satu juta hektare itu tetap strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan membuka peluang ekonomi baru di wilayah timur Indonesia.

Wakil Ketua Komisi IV DPR dari Fraksi Golkar, Panggah Susanto, menegaskan proyek food estate Merauke menjadi bagian penting dari langkah jangka panjang Indonesia menghadapi ancaman krisis pangan global dan meningkatnya kebutuhan pangan nasional.

"Cetak sawah baru ini penting untuk ketahanan pangan jangka panjang, untuk antisipasi kebutuhan pangan yang meningkat, dan menghindari ketergantungan pangan dari negara lain," ujar Panggah, Jumat (22/5/2026).

Baca Juga: Upaya Mendorong PSN Wanam Jadi Pusat Cadangan Pangan Nasional

Ia menambahkan, penguatan ketahanan pangan tidak hanya dilakukan lewat pembukaan lahan baru, tetapi juga melalui optimalisasi lahan pertanian yang sudah ada agar target swasembada pangan dapat dicapai lebih cepat.

Sorotan terhadap proyek ini menguat setelah muncul film dokumenter Pesta Babi karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale yang menampilkan narasi perjuangan masyarakat adat Papua Selatan dalam menghadapi pembangunan skala besar. 

Meski demikian, sejumlah pihak menilai lokasi yang ditampilkan dalam film tidak berada di kawasan PSN Wanam yang menjadi area utama pengembangan sawah baru.

Direktur Indonesia Political Review, Iwan Setiawan, mengatakan, proyek PSN Wanam merupakan kebijakan visioner karena dunia ke depan diperkirakan akan semakin fokus menjaga ketahanan pangan masing-masing negara.

Menurutnya, proyek tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperkuat swasembada beras, tetapi juga diproyeksikan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan petani, dan mengubah lahan tidur menjadi kawasan produktif. 

Baca Juga: Arahan Prabowo, Luhut Pimpin Rapat Percepatan Riset untuk Ketahanan Pangan Nasional

Ia juga menilai pemerintah telah memiliki mekanisme kajian lingkungan dan regulasi pembangunan agar proyek tetap berjalan sesuai prinsip keberlanjutan.

Dukungan terhadap program ketahanan pangan di Merauke juga datang dari Ketua Umum DPP Pemuda Saireri Papua, Gifli Buiney. 

Ia menyebut Merauke layak menjadi lumbung pangan nasional karena memiliki lahan pertanian luas, tanah subur, dan iklim yang mendukung.

“Penentuan Kabupaten Merauke sebagai lumbung pangan nasional adalah langkah yang tepat,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh perempuan adat Marind dari Merauke, Yasinta Moiwend atau Mama Sinta, berharap pembangunan PSN pangan di Papua Selatan benar-benar membawa manfaat nyata bagi masyarakat adat, terutama dalam penyediaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan warga kampung.

"Harapan kami cuma ke pemerintah, lewat pemerintah kerja sama dengan perusahaan dengan masyarakat. Maka itu kami mau dukung, perusahaan boleh lanjut sampai kami bisa menikmati hasil yang perusahaan sudah berikan," ucapnya.

Sinta mengaku kini ingin fokus memperjuangkan kebutuhan hidup masyarakat di kampungnya, mulai dari pekerjaan hingga perbaikan rumah warga. Ia juga berharap generasi muda adat mendapatkan kesempatan kerja agar mampu meningkatkan taraf hidup keluarga mereka.

Baca Juga: PSN Wanam Dipercepat, Didorong Jadi Lumbung Pangan Nasional Strategis

Di sisi lain, Peneliti Pusaka Bentala Rakyat, Villarian, menyatakan pihaknya masih meyakini Sinta bersama kelompok pendamping tetap menolak proyek pangan di Papua Selatan.

Meski diwarnai perdebatan, proyek PSN Wanam dinilai tetap menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi baru di Papua Selatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×