Reporter: Siti Masitoh | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - MADINAH. Pemerintah mulai mendistribusikan uang saku atau living cost bagi jemaah haji Indonesia seiring dimulainya operasional haji 1447 Hijriah/2026. Setiap jemaah menerima sebesar 750 riyal Arab Saudi (SAR) atau sekitar Rp 3,1 juta, yang dibagikan saat berada di asrama haji embarkasi.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, menyampaikan bahwa pembagian living cost menjadi bagian dari layanan terpadu (One Stop Service) yang diterapkan di seluruh asrama haji tahun ini. Skema ini dirancang untuk mempermudah jemaah dalam memenuhi seluruh kebutuhan administrasi dan persiapan sebelum keberangkatan.
Menurutnya, layanan di asrama kini mencakup berbagai proses penting dalam satu waktu dan lokasi, mulai dari pemeriksaan kesehatan akhir, distribusi perlengkapan, dokumen perjalanan, hingga pembagian living cost. Dengan sistem ini, jemaah tidak perlu bolak-balik mengurus keperluan di tempat berbeda.
“Masing-masing jemaah akan menerima 750 SAR, dan tahun ini juga menjadi momentum perdana dibagikannya kartu nusuk bagi jemaah haji Indonesia di embarkasi haji,” kata Ichsan dalam konferensi pers, Kamis (23/4/2026).
Baca Juga: 7.799 Jemaah Haji Sudah Tiba di Madinah, Masih Ada Banyak yang Diberangkatkan
Ia menjelaskan bahwa seluruh proses dilakukan dalam satu waktu dan tempat saat pertama kali jemaah tiba di asrama haji, dengan tujuan memberikan kemudahan serta mengurangi aktivitas berulang di luar lingkungan asrama, sehingga jemaah dapat memanfaatkan lebih banyak waktu untuk beristirahat.
Selain living cost, pemerintah juga mulai membagikan kartu Nusuk kepada jemaah sejak di embarkasi. Kartu ini menjadi identitas sekaligus akses layanan bagi jemaah selama berada di Arab Saudi, termasuk untuk masuk ke area ibadah.
Sebagai informasi, operasional haji tahun ini sendiri telah memasuki hari ketiga. Pemberangkatan jemaah dimulai sejak 22 April 2026, sehari setelah jemaah pertama masuk ke asrama haji pada 21 April. Pada hari pertama keberangkatan, sebanyak 17 kelompok terbang (kloter) dengan total 6.667 jemaah dan 68 petugas kloter telah diberangkatkan ke Madinah.
Berdasarkan laporan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, hingga 22 April 2026, sebanyak 12 kloter telah tiba di Madinah dengan total 4.823 jemaah dan 48 petugas dalam kondisi aman.
Baca Juga: KKHI Madinah Siaga 24 Jam, Antisipasi Kebutuhan Kesehatan Jemaah Haji
Setibanya di Madinah, jemaah dijadwalkan menjalani rangkaian ibadah selama 8 hingga 9 hari sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah untuk puncak ibadah haji.
Pemerintah juga memastikan kesiapan 16 asrama haji embarkasi di seluruh Indonesia, termasuk dua embarkasi baru tahun ini, yakni Yogyakarta dan Banten. Seluruh asrama telah dilengkapi fasilitas representatif serta didukung sumber daya manusia yang siap melayani jemaah secara optimal.
Di sisi lain, layanan fast track kembali dioperasikan di empat bandara utama, yaitu Soekarno-Hatta, Adi Soemarmo Solo, Juanda Surabaya, dan Sultan Hasanuddin Makassar. Total sekitar 125.234 jemaah akan menikmati layanan ini, yang memungkinkan proses imigrasi Arab Saudi diselesaikan sejak di Indonesia.
Dengan fasilitas tersebut, jemaah tidak perlu antre lama saat tiba di bandara tujuan di Arab Saudi dan dapat langsung menuju hotel atau lokasi berikutnya.
Pemerintah mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan selama menjalani ibadah. Pengaturan waktu istirahat, menjaga kebugaran, serta mematuhi ketentuan yang berlaku menjadi kunci agar rangkaian ibadah dapat berjalan lancar.
Distribusi living cost di asrama diharapkan dapat membantu jemaah memenuhi kebutuhan dasar selama di Tanah Suci, sekaligus menjadi bagian dari peningkatan kualitas layanan haji tahun ini.
Baca Juga: Fast Track Permudah Kedatangan, Kloter Perdana Jemaah Haji RI Tiba di Hotel Madinah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













