kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   40.000   1,41%
  • USD/IDR 17.163   -11,00   -0,06%
  • IDX 7.559   -34,73   -0,46%
  • KOMPAS100 1.040   -10,36   -0,99%
  • LQ45 744   -12,17   -1,61%
  • ISSI 273   -1,59   -0,58%
  • IDX30 401   -0,83   -0,21%
  • IDXHIDIV20 487   -2,68   -0,55%
  • IDX80 116   -1,41   -1,20%
  • IDXV30 139   0,63   0,45%
  • IDXQ30 128   -0,94   -0,72%

KKHI Madinah Siaga 24 Jam, Antisipasi Kebutuhan Kesehatan Jemaah Haji


Selasa, 21 April 2026 / 16:02 WIB
KKHI Madinah Siaga 24 Jam, Antisipasi Kebutuhan Kesehatan Jemaah Haji
ILUSTRASI. Menteri Haji dan dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf (dok/lailatul anisah)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – MADINAH. Menjelang kedatangan kloter pertama jemaah haji Indonesia pada 22 April 2026, kesiapan layanan kesehatan di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja Madinah hampir rampung. Fasilitas dan skema pelayanan telah disiapkan secara menyeluruh untuk mengantisipasi kebutuhan jemaah.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah Khalilurrahman mengatakan, berbagai simulasi terus dilakukan guna memastikan pelayanan berjalan optimal sejak hari pertama kedatangan jemaah.

Ia menyebutkan, simulasi mencakup penataan ruangan hingga kesiapan alat kesehatan. Berdasarkan hasil pemantauan langsung di setiap unit layanan, kesiapan KKHI Madinah telah mencapai sekitar 99%.

“Insyaallah, monitoring di masing-masing ruangan, sudah mencapai 99%,” ujarnya saat ditemui di KKHI Madinah, Selasa (21/4/2026).

Baca Juga: PPN Jalan Tol Dinilai Strategis Perluas Basis Pajak, Tapi Berisiko Tekan Logistik

KKHI Madinah menjadi pusat rujukan layanan kesehatan lanjutan bagi jemaah setelah penanganan di tingkat kloter dan sektor. Setiap jemaah yang mengalami gangguan kesehatan akan terlebih dahulu ditangani oleh dokter kloter, kemudian dikoordinasikan dengan tenaga kesehatan di sektor sebelum dirujuk ke KKHI sesuai kebutuhan medis.

Untuk mendukung mobilitas pasien, KKHI menyiapkan sekitar 10 unit ambulans yang siap beroperasi selama 24 jam. Lokasi KKHI sendiri berjarak sekitar 3–4 kilometer dari area pemondokan jemaah di Madinah, sehingga akses rujukan dinilai relatif cepat.

Kepala Seksi Kesehatan Daker Madinah, Enny Nuryanti, menjelaskan bahwa sistem layanan kesehatan bagi jemaah menerapkan mekanisme triase atau pengelompokan berdasarkan tingkat keparahan kondisi.

Kasus ringan seperti batuk dan pilek (kategori hijau) cukup ditangani di kloter atau sektor. Sementara kasus yang tidak membaik (kategori kuning) akan dirujuk ke KKHI untuk pemeriksaan lanjutan. Adapun kondisi darurat (kategori merah) dapat langsung dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi.

“Kalau rujukan nggak harus berjenjang. Bisa tergantung kasusnya,” jelasnya.

Sebagai fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut, KKHI dilengkapi layanan penunjang seperti laboratorium, rontgen, dan USG. Meski demikian, layanan yang diberikan bersifat rawat jalan, bukan rawat inap.

Dari sisi tenaga medis, KKHI Madinah diperkuat sekitar sembilan dokter spesialis dari berbagai bidang, seperti jantung, penyakit dalam, paru, saraf, anestesi, hingga kesehatan jiwa.

Baca Juga: Zulhas Jamin Pasokan Pangan Untuk Jamaah Haji, Bisa Kirim Makanan Siap Saji

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, penyakit yang paling sering dialami jemaah adalah gangguan pernapasan yang berawal dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan berpotensi berkembang menjadi pneumonia. Selain itu, kasus kaki melepuh juga kerap terjadi akibat jemaah berjalan tanpa alas kaki, terutama di sekitar Masjid Nabawi.

Untuk itu, jemaah diimbau menjaga kesehatan dengan pola hidup yang baik selama di Tanah Suci. Beberapa langkah sederhana yang disarankan antara lain mencukupi asupan cairan secara berkala, istirahat cukup, mengonsumsi makanan bergizi, serta menggunakan alat pelindung diri seperti topi, masker, dan alas kaki.

KKHI Madinah juga beroperasi 24 jam setiap hari dengan sistem tenaga medis yang siaga secara bergantian. Dalam hal rujukan lanjutan, KKHI telah menjalin kerja sama dengan sejumlah rumah sakit di Madinah, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta.

Dengan kesiapan yang hampir sempurna ini, diharapkan layanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia di Madinah dapat berjalan lancar, cepat, dan tepat sasaran sejak awal kedatangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×