Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan, pemerintah menargetkan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau Waste to Energy (WtE) tahap I akan mulai beroperasi pada awal tahun 2028.
Zulkifli menjelaskan, percepatan ini krusial mengingat volume sampah, khususnya di Jakarta, sudah mencapai kondisi yang mengkhawatirkan. Proyek ini akan dilaksanakan dalam beberapa tahap untuk mengurai tumpukan sampah di berbagai wilayah strategis.
"Kita sudah masuk kategori darurat sampah, oleh karena itu ada beberapa cara yang kita akan selesaikan. Seperti yang sudah kita tahu ada waste to energy, ada lagi nanti yang di bawah 1.000 (ton) dan seterusnya," ujarnya di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Baca Juga: Menhan: TNI Siap Berangkat ke Gaza, Tunggu Perkembangan BoP
Untuk tahap pertama, sudah ada empat lokasi yang telah terkontrak melalui Danantara, yakni Denpasar Raya, Kota Bekasi, Bogor Raya, dan Yogyakarta. Pemerintah menjadwalkan pengerjaan fisik akan segera dimulai dalam waktu dekat.
"Juni Insya Allah akan groundbreaking mulai pengerjaan, itu tahap 1," imbuhnya.
Zulkifli merinci, target besar pemerintah adalah menyelesaikan empat proyek tahap I ini sepenuhnya pada awal 2028. Namun, sebagian dari proyek Waste to Energy tersebut dijanjikan sudah bisa mulai digunakan pada akhir 2027.
Pemerintah juga sudah menyiapkan tahap kedua yang mencakup 14 lokasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) baru.
Beberapa lokasi yang sudah dipetakan antara lain Lampung, Medan, Semarang, Surabaya, Tangerang, Kota Tangerang, Serang, dan tambahan tiga lokasi di Jakarta.
Baca Juga: Indonesia–Australia Perluas Kerja Sama Keamanan, Libatkan Jepang dan Papua Nugini
Khusus untuk Jakarta, penanganan akan difokuskan di Bantar Gebang, Tanjungan, dan Sunter guna mengelola hampir 8.000 ton sampah per hari. Di Bantar Gebang, fasilitas PSEL ditargetkan mampu mengolah 3.000 ton per hari. Sementara di Tanjungan dan Sunter, masing-masing diproyeksikan memiliki kapasitas di atas 2.000 ton per hari.
"Jadi, tahap II ini kita akan kejar 14 PSEL yang baru. Dan janji kita akhir 2027, Waste to Energy sudah ada yang jadi. Awal 2028, 4 ini sudah jadi. Menyusul yang 14 ini kita harapkan pertengahan 2028 sudah jadi," tegasnya.
Selain proyek skala besar, pemerintah juga mendorong penyelesaian sampah di lingkup perkantoran, perumahan, sekolah, dan pasar agar selesai di tempat. Dalam pengembangan teknologi alat pengolahannya, pemerintah menggandeng BRIN, Kementerian Dikti, serta berbagai kampus teknik seperti ITB.
Lebih lanjut, Zulkifli menekankan, percepatan ini dilakukan agar tumpukan sampah yang menyerupai gedung belasan lantai tidak lagi menjadi masalah sosial dan lingkungan.
"Mudah-mudahan kejadian kemarin (di Bantar Gebang) tidak terulang lagi, itu menunjukkan kita memang perlu percepat, kita tidak ingin ada masalah lagi," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













