Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mengklaim banyak investor asing yang sudah mulai tertarik dengan proyek waste to energy.
Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah akan memulai 34 proyek sampah menjadi listrik di tahun ini. Menurutnya proses lelang juga sudah mulai di buka dalam beberapa waktu terakhir.
"Dan kita juga akan menerima investasi besar-besaran dari luar. Saya perkirakan cukup besar investasi yang akan masuk," kata Prabowo saat meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP, Senin (12/1/2026).
Baca Juga: Rosan Sebut Proyek Waste to Energy Diminati 240 Investor
Prabowo mengatakan pembangunan proyek ini memerlukan waktu selama 2 tahun sampai bisa berfungsi. Pada tahap awal akan ada 6 proyek hilirisasi dengan total nilai mencapai US$ 6 miliar.
Kepala Negara menegaskan bahwa proyek ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah di kota besar.
"Ini sangat penting karena kita sekarang perlu bersihkan sampah kita yang sudah menumpuk luar biasa yang sudah menjadi bencana," ujar Prabowo.
Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani, menyampaikan bahwa proyek sampah menjadi energi listrik (Waste to Energy) diminati oleh 240 investor.
Baca Juga: Rosan Targetkan Investasi Rp 13.032 Triliun Hingga 2029, Demi Kejar Ekonomi Tumbuh 8%
Minat ini terlihat setelah pemerintah melakukan proses pendaftaran dan penjaringan investor.
"Program Waste to Energy itu juga tadi Bapak Presiden minta di-update. Saya laporkan bahwa kita sudah proses untuk melakukan penjaringan, pendaftaran sudah, dan penjaringan dari potensial investor," kata Rosan usai rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan, Kamis (6/11/2025).
"Memang ada lebih dari 200, 240 kalau enggak salah, yang berminat dari luar negeri," imbuh Rosan.
Rosan menyebut, penjaringan dan pendaftaran dilakukan dalam beberapa kloter (batch), sembari menunggu penilaian. Sebab, pria yang menjabat sebagai CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara ini perlu melihat kesiapan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Setelah disetujui, proyek tersebut akan masuk tahap penawaran resmi.
"Sesudah dilihat secara penuh oleh Kementerian LH (Lingkungan Hidup) dan juga oleh Menko Pangan. Jadi kemudian baru diberikan kepada kami untuk melakukan proses bidding-nya, tendernya," beber Rosan.
Baca Juga: Kepala BKPM Rosan Temui Lima CEO Perusahaan Australia, Ajak Investasi di Indonesia
Selanjutnya: Ancaman Dompet Jebol Minggir! 8 Promo Makanan & Minuman Berlaku Hari Ini 13 Januari
Menarik Dibaca: Ancaman Dompet Jebol Minggir! 8 Promo Makanan & Minuman Berlaku Hari Ini 13 Januari
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













