kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.042.000   -45.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.916   25,00   0,15%
  • IDX 7.362   -27,28   -0,37%
  • KOMPAS100 1.021   -6,48   -0,63%
  • LQ45 751   -1,06   -0,14%
  • ISSI 259   -0,96   -0,37%
  • IDX30 401   1,72   0,43%
  • IDXHIDIV20 497   5,73   1,17%
  • IDX80 115   -0,59   -0,51%
  • IDXV30 134   1,20   0,90%
  • IDXQ30 129   0,61   0,48%

Menhan: TNI Siap Berangkat ke Gaza, Tunggu Perkembangan BoP


Kamis, 12 Maret 2026 / 14:33 WIB
Menhan: TNI Siap Berangkat ke Gaza, Tunggu Perkembangan BoP
ILUSTRASI. Rencana pengiriman pasukan TNI ke Gaza masih tertunda akibat eskalasi Timur Tengah. Simak penjelasan lengkap dari Menhan Sjafrie Sjamsoeddin. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)


Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan bahwa rencana keberangkatan pasukan TNI ke Gaza dalam misi International Stabilization Force (ISF) masih menunggu perkembangan dari Board of Peace (BoP).

“Kita siap untuk berangkat, tetapi kita menunggu perkembangan dari BoP,” ujar Sjafrie saat ditemui di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).

Kendati demikian, Sjafrie belum bisa memastikan jadwal keberangkatan pasukan TNI karena dinamika yang terjadi usai serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran.

“Dinamika BoP ini juga sangat tinggi sekarang. Saya kira kita semua ikuti perkembangan secara global antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Itu cukup banyak kita lihat laporan-laporan yang memerlukan perhatian khusus,” ucap dia.

Baca Juga: Indonesia–Australia Perluas Kerja Sama Keamanan, Libatkan Jepang dan Papua Nugini

Sjafrie menegaskan, sikap Indonesia tetap mengutamakan kepentingan nasional sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi, yakni melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Ia menambahkan, pengiriman pasukan ke misi internasional juga harus mempertimbangkan aspek kemanusiaan, sesuai dengan semangat yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
 
“Jadi, tugas yang kita laksanakan itu tidak bisa kita hanya berpikir tugas-tugas dalam rangka menghadapi suatu konflik, tapi kita juga harus berpikir kemanusiaan,” imbuh dia.

Sjafrie juga menyebutkan bahwa Prabowo Subianto telah menginstruksikan Kementerian Pertahanan untuk mempersiapkan pasukan.

Saat ini, persiapan tersebut telah dilakukan dan pasukan dinyatakan siap diberangkatkan.

“Ini dinamika geopolitik sangat tinggi. Jadi kita selalu menunggu setiap saat. Tetapi yang paling penting bukan BoP-nya. Kalau BoP-nya (minta kirim) besok, kita hari ini harus siap. Hari ini kita siap,” kata Sjafrie.

Baca Juga: Rapat dengan Dewan Ekonomi Nasional, Prabowo Pastikan Pasokan BBM Aman

Pembicaraan BoP ditangguhkan

Sebelumnya,  Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menyebutkan pemerintah tengah menangguhkan seluruh pembahasan terkait Board of Peace seiring meningkatnya eskalasi di sejumlah negara Timur Tengah.

“Dan sebagaimana yang disampaikan oleh Pak Menlu (Sugiono) juga beberapa hari yang lalu bahwa segala pembahasan tentang Board of Peace saat ini ditangguhkan atau istilahnya on hold,” kata Jubir I Kemenlu RI, Yvonne Mewengkang, dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (6/3/2026).

Yvonne mengatakan, saat ini, pemerintah fokus memastikan keselamatan dan perlindungan terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah konflik.

“Dan kita juga fokus untuk menyiapkan langkah-langkah antisipatif dalam menghadapi dampak eskalasi tersebut,” ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×