CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Pemerintah dukung enam koridor ekonomi nasional


Minggu, 22 Agustus 2010 / 19:58 WIB


Reporter: Irma Yani



JAKARTA. Pemerintah tengah memperkuat koordinasi kelembagaan dan penyempurnaan keterhubungan antar wilayah (domestic connectivity) untuk mendukung enam koridor ekonomi. Enam koridor itu ialah Sumatera Timur, Pantai Utara Jawa, Kalimantan, Sulawesi Barat, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Papua.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Armida Alisjahbana bilang, untuk mengoptimalkan enam koridor ekonomi agar mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional maka harus disinkronkan dengan kebijakan sistem transportasi nasional (sistranas) dan sistem logistic nasional (sislognas).

“Sinkronisasi sislognas dan sistranas hanya dengan satu cara, yakni domestic connectivity," paparnya akhir pekan lalu. Saat ini, tambahnya, pihaknya tengah membahas dengan kementerian lain seperti Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perhubungan.

Ia menuturkan, optimalisasi dan efektifitas enam koridor terutama berkaitan dengan arus distribusi dan transportasi orang, barang dan jasa. Karenanya, untuk mendukung perekonomian, harus menghilangkan kendala dalam pendistribusian. "Agar arusnya lebih lancar dan tanpa hambatan,” katanya.

Sayang, ia tak merinci apa saja kendala-kendala itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×