kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Pemerintah dukung enam koridor ekonomi nasional


Minggu, 22 Agustus 2010 / 19:58 WIB


Reporter: Irma Yani |



JAKARTA. Pemerintah tengah memperkuat koordinasi kelembagaan dan penyempurnaan keterhubungan antar wilayah (domestic connectivity) untuk mendukung enam koridor ekonomi. Enam koridor itu ialah Sumatera Timur, Pantai Utara Jawa, Kalimantan, Sulawesi Barat, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Papua.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Armida Alisjahbana bilang, untuk mengoptimalkan enam koridor ekonomi agar mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional maka harus disinkronkan dengan kebijakan sistem transportasi nasional (sistranas) dan sistem logistic nasional (sislognas).

“Sinkronisasi sislognas dan sistranas hanya dengan satu cara, yakni domestic connectivity," paparnya akhir pekan lalu. Saat ini, tambahnya, pihaknya tengah membahas dengan kementerian lain seperti Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perhubungan.

Ia menuturkan, optimalisasi dan efektifitas enam koridor terutama berkaitan dengan arus distribusi dan transportasi orang, barang dan jasa. Karenanya, untuk mendukung perekonomian, harus menghilangkan kendala dalam pendistribusian. "Agar arusnya lebih lancar dan tanpa hambatan,” katanya.

Sayang, ia tak merinci apa saja kendala-kendala itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×