kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Besar anggaran pertahanan tergantung kondisi ekonomi


Jumat, 13 Agustus 2010 / 15:29 WIB


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kementerian Pertahanan harus bersabar untuk mendapatkan kenaikan porsi anggaran pertahanan sebesar 1,5% dari pendapatan domestik bruto. Pasalnya, keputusan untuk memperbesar anggaran itu bergantung pada perkembangan ekonomi.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, keputusan menaikkan porsi anggaran pertahanan menjadi 1,2% hingga 1,5% dari pendapatan domestik bruto bila Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dua kali lipat dari sekarang. "Kalau anggarannya dua kali lipat maka pemerintah akan membuka kesempatan bagi kementrian pertahanan itu 1,5% dari PDB," kata Purnomo usai acara Penyerahan Perpres dan Permenhan Tentang Tunjangan Operasi Pengamanan Pulau Terluar dan Perbatasan, Jumat (13/8).

Sebelumnya, Purnomo mengatakan, idealnya anggaran pertahanan sebesar 1,5% dari pendapatan domestik bruto. Purnomo menargetkan, setidaknya pada 2014, angka ideal tersebut sudah tercapai.

Presiden juga berjanji akan mengerek anggaran pertahanan hingga mencapai titik yang paling optimal. Catatan saja, tahun ini, belanja Kementerian Pertahanan baru sebesar Rp 42,63 triliun saja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×