kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.738.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Pasar Kakiyah, Tanah Abang-nya Makkah yang Jadi Buruan Jemaah Haji Indonesia


Minggu, 07 Juni 2026 / 18:37 WIB
Pasar Kakiyah, Tanah Abang-nya Makkah yang Jadi Buruan Jemaah Haji Indonesia
ILUSTRASI. Jemaah Haji Indonesia Serbu Pasar Kakiyah di Makkah (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – MADINAH. Menjelang kepulangan ke Indonesia, banyak jemaah haji memanfaatkan waktu luang di Tanah Suci untuk berburu oleh-oleh bagi keluarga, kerabat, dan tetangga. Salah satu destinasi belanja yang paling diminati adalah Pasar Kakiyah di Kota Makkah.

Pasar yang berlokasi di kawasan Jalan Ibrahim Al-Khalil, sekitar 8 kilometer dari Masjidil Haram tersebut dikenal luas di kalangan jemaah Indonesia sebagai pusat perbelanjaan dengan harga yang relatif terjangkau. Bahkan, tidak sedikit yang menjulukinya sebagai "Tanah Abang-nya Makkah".

Baca Juga: Terminal Hijrah Jadi Gerbang Verifikasi Jemaah Haji Sebelum Masuk Hotel di Madinah

Pada Sabtu (6/6/2026) pagi, kawasan pasar terlihat dipadati jemaah haji Indonesia yang sibuk memilih berbagai buah tangan untuk dibawa pulang ke Tanah Air.

Pasar Kakiyah atau yang memiliki nama resmi Sûq al-Ka’kiyah lil Jumlah merupakan pusat perdagangan grosir yang terdiri dari lebih dari 200 ruko.

Kompleks pasar tersebut menawarkan beragam kebutuhan oleh-oleh dengan pilihan yang sangat lengkap.

Berbagai produk yang dijual antara lain abaya, gamis, kurma, peci, serban, sajadah, tasbih, gantungan kunci, tas, miniatur Ka'bah, teko khas Arab, parfum, hingga aneka mainan anak-anak.

Baca Juga: Petugas Haji Bersiap Sambut 18 Kloter Perdana Gelombang Kedua di Madinah

Menariknya, sebagian besar barang yang diperdagangkan di pasar tersebut bukan berasal dari Arab Saudi. Banyak produk yang diimpor dari negara lain seperti China dan Bangladesh, sehingga dapat ditawarkan dengan harga yang lebih kompetitif.

Pasar Kakiyah dikenal sebagai salah satu pusat belanja murah di Makkah. Berbagai barang dijual dengan rentang harga mulai dari 2 riyal Saudi (SAR) hingga sekitar 100 SAR, tergantung jenis dan kualitas produk.

Sebagai contoh, boneka unta yang menjadi salah satu oleh-oleh favorit jemaah dibanderol sekitar 10 SAR hingga 30 SAR. Harga tersebut umumnya lebih murah dibandingkan produk serupa yang dijual di kawasan sekitar hotel tempat jemaah menginap.

Salah seorang jemaah haji asal Surabaya, Jawa Timur, Suparman, mengaku sengaja datang ke Pasar Kakiyah untuk membeli oleh-oleh menjelang kepulangannya ke Indonesia.

Ia membeli sejumlah barang untuk keluarga, mulai dari gamis untuk istri dan anak-anak hingga gantungan kunci, tasbih, dan cokelat.

Baca Juga: OECD Ingatkan Risiko Defisit APBN 2026 Menembus Batas Aman

"Ini tadi belanja gamis untuk ibu-ibu, dan juga untuk anak-anak. Gantungan kunci sama tasbih. Sama tadi cokelat juga," ujar Suparman kepada tim Media Center Haji (MCH) di Pasar Kakiyah.

Suparman mengatakan dirinya datang bersama rombongan jemaah lainnya. Ia mengetahui keberadaan Pasar Kakiyah dari rekan-rekannya di Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) yang merekomendasikan lokasi tersebut karena terkenal murah.

Saat ditanya apakah masih ada barang lain yang ingin dibeli, Suparman mengaku masih memiliki daftar belanja yang cukup panjang.

"Banyak banget, hahaha," katanya sambil tertawa.

Menurut Suparman, harga barang yang ditawarkan di Pasar Kakiyah memang relatif terjangkau dan sesuai dengan kemampuan sebagian besar jemaah haji Indonesia.

Baca Juga: Ada Ketidapastian Kebijakan, OECD Ramal Ekonomi Indonesia Hanya 4,7% di 2026

"Menurut saya murah," tuturnya.

Dengan pilihan barang yang lengkap dan harga yang bersaing, Pasar Kakiyah tetap menjadi salah satu tujuan utama jemaah Indonesia yang ingin membawa pulang oleh-oleh khas Tanah Suci tanpa harus mengeluarkan biaya terlalu besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×