kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

83% Jemaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Arab Saudi, PPIH Siapkan Peralihan Petugas


Minggu, 17 Mei 2026 / 17:48 WIB
83% Jemaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Arab Saudi, PPIH Siapkan Peralihan Petugas
ILUSTRASI. Kementerian Haji dan Umroh mencatat, berdasarkan data terakhir, sebanyak 379 kloter dengan 146.622 j (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – MAKKAH.  Operasional kedatangan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi memasuki fase akhir. Hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 168.009 jemaah yang tergabung dalam 435 kelompok terbang (kloter) telah tiba di Tanah Suci melalui Bandara Madinah dan Jeddah.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, mengatakan jumlah tersebut setara sekitar 83% dari total jemaah haji Indonesia tahun ini.

“Untuk update kedatangan jemaah haji sampai siang ini total sudah mencapai 435 kloter atau sekitar 83 persen dari total jemaah kita,” ujar Abdul Basir di Jeddah, Jumat (16/5/2026).

Baca Juga: Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Tak Tergiur Tawaran Dam Murah Tak Resmi

Dari total jemaah yang telah tiba, sebanyak 36.627 orang merupakan jemaah lanjut usia (lansia). Jumlah itu mencapai sekitar 21 persen dari keseluruhan jemaah haji Indonesia tahun ini.

Menurut Basir, tingginya jumlah jemaah lansia menjadi perhatian serius PPIH Arab Saudi, terutama dalam pelayanan kedatangan di bandara hingga proses pemberangkatan menuju hotel di Makkah.

Sementara untuk kedatangan hari ini, PPIH mencatat sebanyak 16 kloter dengan total 6.236 jemaah dijadwalkan tiba di Arab Saudi.

Basir menyebut, operasional kedatangan jemaah haji Indonesia direncanakan berakhir pada 22 Mei 2026 sekitar pukul 08.00 waktu Arab Saudi.

Setelah fase kedatangan selesai, petugas Daker Bandara akan langsung dialihkan untuk memperkuat pelayanan pada fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Sebelum kedatangan jemaah terakhir selesai pun, kami sudah mulai konsolidasi penugasan Armuzna. Teman-teman Daker Bandara nantinya akan bertugas sebagai Satgas Arafah,” katanya.

Baca Juga: Kemenhaj: 173.928 Jemaah Haji Telah Tiba di Arab Saudi

Ia menjelaskan, pada 23 Mei mendatang para petugas bandara dijadwalkan bergerak menuju Makkah sebelum selanjutnya ditempatkan di kawasan Arafah guna menyambut kedatangan jemaah mulai 25 Mei 2026.

Di tengah padatnya operasional kedatangan, PPIH juga mencatat adanya lonjakan jumlah jemaah pengguna kursi roda dalam satu kloter. Hal itu terjadi pada Kloter 10 Embarkasi Aceh (BTJ 10) yang membawa 37 jemaah pengguna kursi roda.

Jumlah tersebut menjadi rekor tertinggi selama operasional kedatangan jemaah haji tahun ini.

“Memang membutuhkan waktu lebih panjang dalam pelayanan, tetapi seluruh petugas tetap siaga untuk melayani jemaah, terutama jemaah lansia,” ujar Basir.

Meski demikian, ia memastikan kondisi pelayanan di bandara secara umum tetap terkendali. Beberapa kejadian yang sempat muncul, seperti jemaah sakit setelah keluar dari gate kedatangan maupun paspor yang tertinggal di pesawat, disebut dapat ditangani dengan cepat oleh petugas.

“Ada beberapa jemaah yang sakit dan langsung kami tangani serta dirujuk ke rumah sakit. Ada juga paspor yang tertinggal di pesawat atau terbawa jemaah lain, tetapi semuanya bisa ditangani petugas di lapangan,” katanya.

Menjelang puncak ibadah haji, Abdul Basir juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik mengingat suhu udara di Arab Saudi terus meningkat dari hari ke hari.

Ia meminta jemaah mengatur pola makan, memperbanyak minum air putih, dan mengurangi aktivitas di luar hotel apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.

Baca Juga: Musyrif Diny Pastikan Skema Murur Haji 2026 Sudah Sesuai Kajian Syariah

“Cuaca sekarang semakin panas, bahkan hari ini terasa lebih panas dibanding kemarin. Karena itu jemaah harus menjaga kesehatan, cukup istirahat, banyak minum, dan tidak terlalu sering keluar hotel,” ujarnya.

Menurut Basir, ibadah sunnah sebaiknya dilakukan di hotel untuk sementara waktu agar energi jemaah tetap terjaga menjelang fase puncak haji di Armuzna.

“Ibadah sebaiknya dilakukan di hotel dulu, kecuali memang untuk kewajiban ibadah yang harus dilakukan di Masjidil Haram,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×