kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.526.000   -20.000   -0,79%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Survei BI: Konsumen Menengah Atas Hati-Hati, Mulai Perbanyak Cicilan Utang


Senin, 10 Agustus 2026 / 14:00 WIB
Survei BI: Konsumen Menengah Atas Hati-Hati, Mulai Perbanyak Cicilan Utang
ILUSTRASI. Porsi pengeluaran konsumen dengan pengeluaran Rp 5 juta ke atas untuk konsumsi di Juli tercatat sebesar 69,9%, turun dari 70,9% di Juni 2026 (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Masyarakat kelas menengah ke atas kembali berhati-hati dalam melakukan konsumsi. Ini terlihat dari hasil survei Indeks Keyakinan Konsumen periode Juli 2026 yang dilakukan Bank Indonesia (BI).

Menurut hasil survei BI, konsumen dengan segmen pengeluaran Rp 5 juta ke atas mengurangi porsi konsumsinya. Porsi pengeluaran yang dialokasikan konsumen segmen ini untuk konsumsi di Juli tercatat sebesar 69,9%, turun dari 70,9% di Juni 2026.

Sebaliknya, konsumen di segmen ini memperbesar alokasi pengeluaran untuk mengangsur utang dan menabung. BI mencatat, porsi pengeluaran yang dialokasikan untuk menabung oleh konsumen segmen pengeluaran Rp 5 juta ke atas mencapai 18,0% di Juli, naik dari 17,6% di Juni.

Porsi pengeluaran yang digunakan untuk mencicil utang bahkan naik lebih tinggi. Di Juni, porsi pengeluaran yang digunakan untuk mencicil utang oleh konsumen dengan pengeluaran Rp 5 juta ke atas cuma 11,5%. Di Juli, porsinya mencapai 13%.

Baca Juga: Intip Jejak Karier dan Profil Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur Bank Indonesia

Secara umum, BI mencatat porsi pengeluaran masyarakat yang dialokasikan untuk konsumsi mencapai 72,7% di Juli. Ini berkurang sedikit dibandingkan di Juni, di mana porsi pengeluaran masyarakat yang dialokasikan untuk konsumsi mencapai 73,0%.

Porsi pengeluaran masyarakat yang dialokasikan untuk menabung juga turun menjadi hanya 16,8% di Juli, turun dari 17,0% di Juni. Sementara porsi pengeluaran yang dialokasikan untuk cicilan utang naik dari 10,0% di Juni jadi 10,5% di Juli.

Sementara di segmen konsumen dengan pengeluaran bulanan di kisaran Rp 1 juta-Rp 2 juta, porsi pengeluaran terbesar masih dialokasikan untuk konsumsi. Artinya, masyarakat di segmen ini masih sulit menyisihkan dana untuk menabung.

Menurut survei BI, konsumen dengan pengeluaran bulanan Rp 1 juta-Rp 2 juta mencatat porsi pengeluaran masyarakat yang dialokasikan untuk konsumsi mencapai 76,3% di Juli. Ini lebih tinggi dari posisi di Juni yang cuma 74,6%.

Baca Juga: Ruang Menabung Masyarakat Semakin Sempit pada Juli 2026

Di sisi lain, porsi pengeluaran yang dialokasikan untuk cicilan utang oleh konsumen berpengeluaran Rp 1 juta-Rp 2 juta per bulan turun dari 8,2% di Juni jadi 7,9% di Juli 2026. Lalu porsi pengeluaran yang dialokasikan untuk menabung turun dari 17,2% di Juni jadi 15,9% di Juli 2026.

Sekadar informasi, dalam survei BI di Juli ini, kelompok konsumen dengan tingkat pengeluaran di atas Rp 5 juta masih mendominasi. Jumlahnya mencapai 32,2% di Juli. Sementara kelompok konsumen dengan pengeluaran di kisaran Rp 1 juta-Rp 2 juta sebanyak 13,8%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×