kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.738.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Petugas Haji Bersiap Sambut 18 Kloter Perdana Gelombang Kedua di Madinah


Minggu, 07 Juni 2026 / 17:20 WIB
Petugas Haji Bersiap Sambut 18 Kloter Perdana Gelombang Kedua di Madinah
ILUSTRASI. Fase pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama dimulai (DOK/siti masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – MADINAH. Petugas penyelenggara ibadah haji di Terminal Hijrah, Madinah menyatakan kesiapan penuh menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua yang mulai bergerak dari Makkah menuju Madinah.

Pada Minggu (7/6/2026), sebanyak 18 kelompok terbang (kloter) pertama dari gelombang kedua dijadwalkan tiba di Madinah. Kloter tersebut berasal dari embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG).

Baca Juga: OECD Ingatkan Risiko Defisit APBN 2026 Menembus Batas Aman

Kepala Sektor (Kasektor) Terminal Hijrah Divia Ardianto mengatakan, pihaknya telah menyiapkan tiga tim petugas untuk menangani proses kedatangan jemaah.

Setiap tim terdiri dari 9 hingga 11 petugas yang dipimpin oleh petugas dari unsur Layanan dan Perlindungan Jemaah (Linjam).

“Setiap tim bertugas penuh untuk mencatat setiap pergerakan dan data nominatif jemaah di dalam bus,” ujar Divia kepada Media Center Haji (MCH) di Madinah usai apel pagi dan briefing internal, Minggu (7/6).

Menurut Divia, para petugas dituntut menjaga kondisi fisik dan mental karena jam kerja yang panjang serta kondisi lapangan yang cukup berat.

Operasional pelayanan berlangsung hingga dini hari dengan lokasi kerja yang sebagian besar berada di area terbuka dan terpapar suhu panas.

Baca Juga: Ruang Fiskal Berpotensi Cepat Tergerus Jika Harga Minyak dan Rupiah Terus Tertekan

“Pemberangkatan terakhir dari Makkah menuju Madinah dijadwalkan pukul 17.00 WAS. Oleh karena itu, fisik dan mental para petugas haji yang saat ini bertugas di Terminal Hijrah benar-benar harus disiapkan,” katanya.

Divia menjelaskan terdapat perbedaan karakteristik tugas antara pelayanan di Bir Ali dan Terminal Hijrah.

Jika di Bir Ali seluruh unsur petugas, termasuk Bimbingan Ibadah (Bimbad), lebih banyak terlibat dalam pelayanan terkait ibadah, maka di Terminal Hijrah fokus pelayanan lebih banyak berada pada aspek perlindungan dan pendataan jemaah.

Meski demikian, seluruh unsur petugas tetap memiliki peran masing-masing dalam memastikan pelayanan berjalan optimal.

Menurutnya, unsur Linjam memegang peranan penting karena menjadi garda terdepan dalam menangani berbagai kebutuhan dan keluhan jemaah selama proses perpindahan dari Makkah ke Madinah.

Baca Juga: OECD Soroti Risiko Terhadap APBN Jika Harga Minyak Global Bertahan Tinggi

"Setiap keluhan yang disampaikan jemaah selama perjalanan dapat langsung diteruskan kepada Linjam untuk dilaporkan kepada pimpinan agar segera ditindaklanjuti," jelasnya.

Ia menambahkan, jam kerja petugas di Terminal Hijrah dapat mencapai 13 hingga 15 jam per hari. Pola kerja tersebut mengikuti jadwal keberangkatan bus dari Makkah yang dimulai sejak pukul 09.00 WAS hingga keberangkatan kloter terakhir pada pukul 17.00 WAS.

“Otomatis proses pengecekan di sini baru akan selesai sekitar pukul 01.00 atau 02.00 dini hari setiap harinya,” ujar Divia.

Dalam proses pemeriksaan di Terminal Hijrah, jemaah haji Indonesia pada prinsipnya tetap berada di dalam bus.

Petugas akan mendatangi setiap bus untuk melakukan pengecekan data dan memastikan jumlah jemaah sesuai dengan manifest yang tercantum pada stiker kendaraan.

Namun demikian, pihaknya tetap menyediakan berbagai fasilitas pendukung bagi jemaah yang membutuhkan, termasuk akses toilet dan kursi roda untuk jemaah lanjut usia (lansia).

Baca Juga: Purbaya Ubah Skema Penilaian Kinerja Pegawai Pajak, Klaim Lebih Fair

“Seluruh jemaah tetap berada di dalam bus, sementara petugas yang akan mendatangi setiap bus untuk melakukan pengecekan. Namun jika ada jemaah yang sudah tidak tahan untuk ke toilet, fasilitas di Terminal Hijrah sudah kami siapkan. Termasuk bagi jemaah lansia yang membutuhkan kursi roda, kami juga sudah menyediakannya di sini,” pungkas Divia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×