Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - MAKKAH. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 mulai mematangkan persiapan pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air seiring hampir berakhirnya rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi menjelaskan, mekanisme pemulangan jemaah akan dilakukan sesuai urutan kelompok terbang (kloter) saat keberangkatan dari Indonesia. Jemaah yang tergabung dalam kloter awal akan mendapat jadwal kepulangan lebih dulu menuju Tanah Air.
“Kloter pertama dari Tanah Air itu berangkat tanggal 22 April (2026). Idealnya mereka menjadi rombongan pertama yang pulang tanggal 1 Juni,” kata dia pada tim Media Center Haji di Mina, Makkah, Jumat, 29 Mei 2026.
Baca Juga: Inflasi Mei 2026 Diprediksi Naik, Berikut Faktor Pendorongnya
Ia menjelaskan, jadwal kepulangan menjadi dasar penyusunan seluruh skema pemulangan jemaah, mulai dari penentuan penerbangan, pergerakan bus menuju bandara, hingga kesiapan hotel.
Menurut dia, jadwal yang telah ditetapkan kemungkinan tetap bisa berubah. Namun, perubahan diperkirakan tidak akan melebihi 20 persen dari jadwal awal.
“Berawal dari jadwal itulah nanti kloter menyiapkan diri, termasuk jemaah yang belum tawaf wada dan jemaah sakit di rumah sakit,” ujarnya.
Dendi meminta jemaah mulai mempersiapkan barang bawaan menjelang kepulangan. Ia mengingatkan koper jemaah tidak melebihi batas berat yang telah ditentukan.
“Koper tidak boleh berlebihan. Packing harus bagus supaya tidak dibongkar-bongkar lagi,” katanya.
Ia juga mengingatkan jemaah memperhatikan aturan membawa air zamzam agar proses kepulangan berjalan lancar.
Selain fokus pada kepulangan, petugas masih menuntaskan layanan bagi jemaah nafar tsani yang dijadwalkan kembali ke hotel di Makkah setelah menyelesaikan lontar jumrah di Mina.
Baca Juga: Presiden Prabowo Pulang dari Prancis, Bawa Sejumlah Kesepakatan Strategis
Dendi menilai, pelaksanaan layanan haji tahun ini secara umum berjalan baik meski masih ditemukan sejumlah kendala kecil di lapangan. Ia memastikan seluruh catatan akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan haji berikutnya.
“Ada kekurangan itu pasti, tapi yang penting akan kita evaluasi untuk perbaikan ke depan,” ucapnya.
Jemaah haji Indonesia mulai dipulangkan ke Tanah Air pada 1 Juni 2026 untuk gelombang pertama melalui Jeddah.
Pemulangan gelombang pertama berlangsung hingga 15 Juni 2026. Sementara itu, pemulangan gelombang kedua dijadwalkan berlangsung mulai 7 Juni hingga 30 Juni 2026 melalui Madinah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












