kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.517   17,00   0,10%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Orang sedunia akhirnya tahu apa itu #ShameOnYouSBY


Jumat, 26 September 2014 / 14:32 WIB
ILUSTRASI. Kumpulan twibbon Hari Kanker Tulang Nasional 2023. 


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Warga Twitter bereaksi atas hasil sidang pembahasan RUU Pilkada di DPR yang memutuskan pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Hasil tersebut mematahkan opsi pemilihan kepala daerah secara langsung yang lebih berpihak ke rakyat.

Atas keputusan tersebut, pengguna Twitter pun mengecam Koalisi Merah Putih yang mendukung pilkada lewat DPRD dan Partai Demokrat pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang melakukan aksi walk out dari sidang pembahasan RUU Pilkada di saat-saat akhir. Hasilnya, tagar (hastag) #ShameOnYouSBY pun menjadi kata wajib yang menyertai berbagai komentar kecaman tersebut.

Menurut pantauan KompasTekno, tagar #ShameOnYouSBY mulai ramai bermunculan di linimasa Twitter di Indonesia sejak Jumat (26/9) pagi. Tagar tersebut pun pada siang hari sekitar pukul 10.00 WIB menjadi Trending Topic peringkat pertama di Indonesia. Tak hanya hangat Indonesia, tagar #ShameOnYouSBY ternyata juga menjadi salah satu tagar terpopuler di dunia (Worldwide Trends).

Sekitar pukul 11.00 WIB, tagar tersebut berada di peringkat ketiga terpopuler Twitter secara global.
Kepopuleran tagar #ShameOnYouSBY di tingkat dunia tak lepas dari jumlah pengguna Twitter yang besar di Indonesia. bahkan, kota Jakarta pun pernah dinobatkan sebagai salah satu kota paling "cerewet" di jagat Twitter dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×