kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   25.000   0,96%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Neraca Transaksi Berjalan Mulai Berbalik Defisit pada Tahun 2023


Kamis, 15 Desember 2022 / 15:54 WIB
ILUSTRASI. Bank Indonesia melihat, neraca transaksi berjalan Indonesia akan berbalik defisit pada tahun 2023. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia melihat, neraca transaksi berjalan Indonesia akan berbalik defisit pada tahun 2023, setelah pada tahun 2022 surplus 0,9% produk domestik bruto (PDB). 

Lembaga tersebut memperkirakan, defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) pada tahun depan diperkirakan sebesar 0,1% produk domestik bruto (PDB). 

Dalam laporan Indonesia Economic Prospect yang terbit hari ini, Kamis (15/12), Bank Dunia mengungkapkan CAD ini menunjukkan kinerja impor yang meningkat pada tahun 2023. Namun, ini tak melulu kabar buruk. Pasalnya, kenaikan impor ini justru menunjukkan adanya kenaikan permintaan domestik. 

Baca Juga: Bank Dunia: Rata-Rata Inflasi 2023 Meningkat Karena Dampak Lanjutan Kenaikan BBM

Selain itu, CAD pada tahun 2023 juga menandakan kinerja ekspor barang komoditas akan menurun. Ini seiring dengan normalisasi harga komoditas global. 

Ke depan, Bank Dunia pun memperkirakan CAD akan terus terjadi dan makin melebar. Pada tahun 2024, CAD diramal sebesar 0,5% PDB dan pada tahun 2025, CAD mencapai 1,2% PDB. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×