Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Gelombang kritik publik terhadap penggunaan uang rakyat kembali mencuat, kali ini lewat tagar #StopBayarPajak yang viral di media sosial.
Gerakan tersebut awalnya dipicu oleh sorotan terhadap tunjangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dinilai terlalu besar dan tidak sebanding dengan kinerja serta kepekaan wakil rakyat terhadap kondisi masyarakat.
"Stop bayar pajak sampai pemerintah merevolusi lembaga eksekutif pemerintahan," tulis salah satu akun pengguna X @D**a, dikutip Jumat (29/8/2025).
Tagar ini pun menjadi wadah kemarahan publik yang merasa pajak hanya memperkaya segelintir elit, sementara rakyat kecil terus dihimpit beban hidup.
Baca Juga: Demo Ricuh di Jakarta Menelan Korban, Pramono Anung Imbau Warga Menahan Diri
Untuk diketahui, hingga akhir Juli 2025 ini penerimaan pajak memang masih seret.
Berdasarkan catatan KONTAN, penerimaan pajak nasional hingga akhir Juli 2025 baru terkumpul Rp 989,17 triliun.
Realisasi ini baru setara 45,18% dari target sebesar Rp 2.189,3 triliun. Realisasi ini juga mengalami penurunan sebesar 5,37% secara neto.
Selanjutnya: Emiten Sawit Haji Isam Melesat ke ARA, Saatnya Hold atau Jual?
Menarik Dibaca: Mau Merdeka dari Perut Buncit? Coba 4 Cara Mengecilkan Perut Buncit Ini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News