CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Tuntutan Masyarakat Tak Terjawab, Ekonom: Ekonomi Indonesia Berisiko Memburuk


Jumat, 29 Agustus 2025 / 11:10 WIB
Tuntutan Masyarakat Tak Terjawab, Ekonom: Ekonomi Indonesia Berisiko Memburuk
ILUSTRASI. Kondisi ekonomi berisiko memburuk karena ketidakpuasan masyarakat tidak direspons serius oleh pemerintah/pho KONTAN/CCcarolus Agus Waluyo/03/04/2023.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Gelombang aksi unjuk rasa yang terjadi di Gedung DPR RI, yang sudah berlangsung sejak Senin (25/8/2025), dan berlanjut pada Kamis (28/8/2025) dan direncanakan berlanjut pada hari ini  Jumat (29/8/2025), dinilai memperburuk kondisi perekonomian dalam negeri.

Sebagaimana diketahui, aksi unjuk rasa merupakan bentuk protes masyarakat usai anggota DPR RI dikabarkan mendapat gaji dan tunjangan fantastis.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menilai, kondisi perekonomian yang memburuk tersebut imbas tak ada respons dari pemerintah maupun DPR RI.

Baca Juga: Cek Rekayasa Lalu Lintas di Senen, Imbas Unjuk Rasa di Mako Brimob Kwitang

“Kondisi ekonomi berisiko memburuk karena ketidakpuasan masyarakat tidak direspons serius oleh pemerintah,” tutur Bhima kepada Kontan, Jumat (29/8/2025).

Bahkan kata Bhima, pemerintah terkesan menyangkal terhadap berbagai tuntutan masyarakat termasuk soal reformasi perpajakan, dan efisiensi anggaran.

“Ibarat puncak gunung es, investor justru membaca masalah fundamental ekonomi Indonesia belum diselesaikan,” kata Bhima.

Bhima menambahkan, timbul rasa tidak percaya dari investor bukan karena aksi demo, melainkan akibat kegagalan kebijakan ekonomi pemerintah.

Untuk diketahui, aksi unjuk rasa yang sudah berlangsung pekan ini, terpantau ricuh pada, Kamis (28/8/2025) dan memakan korban.

Baca Juga: Usai Buruh, Gantian Mahasiswa Unjuk Rasa Hari Ini (29/8) Protes Kematian Ojol

Dalam peristiwa tersebut, seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan meninggal dunia, sementara seorang lainnya mengalami luka-luka.  

Kejadian ini dipicu insiden mobil rantis Brimob yang menabrak dan melindas pengemudi ojol, sebagaimana terekam kamera warga dan viral di media sosial.

Ojol yang menjadi korban diketahui mengenakan jaket layanan ojek daring Gojek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×