kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.507   130,00   0,79%
  • IDX 7.771   -180,81   -2,27%
  • KOMPAS100 1.082   -24,22   -2,19%
  • LQ45 794   -17,88   -2,20%
  • ISSI 263   -5,59   -2,08%
  • IDX30 412   -9,22   -2,19%
  • IDXHIDIV20 479   -9,02   -1,85%
  • IDX80 119   -3,01   -2,46%
  • IDXV30 129   -3,65   -2,76%
  • IDXQ30 133   -2,74   -2,01%

Tuntutan Masyarakat Tak Terjawab, Ekonom: Ekonomi Indonesia Berisiko Memburuk


Jumat, 29 Agustus 2025 / 11:10 WIB
Tuntutan Masyarakat Tak Terjawab, Ekonom: Ekonomi Indonesia Berisiko Memburuk
ILUSTRASI. Kondisi ekonomi berisiko memburuk karena ketidakpuasan masyarakat tidak direspons serius oleh pemerintah/pho KONTAN/CCcarolus Agus Waluyo/03/04/2023.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Gelombang aksi unjuk rasa yang terjadi di Gedung DPR RI, yang sudah berlangsung sejak Senin (25/8/2025), dan berlanjut pada Kamis (28/8/2025) dan direncanakan berlanjut pada hari ini  Jumat (29/8/2025), dinilai memperburuk kondisi perekonomian dalam negeri.

Sebagaimana diketahui, aksi unjuk rasa merupakan bentuk protes masyarakat usai anggota DPR RI dikabarkan mendapat gaji dan tunjangan fantastis.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menilai, kondisi perekonomian yang memburuk tersebut imbas tak ada respons dari pemerintah maupun DPR RI.

Baca Juga: Cek Rekayasa Lalu Lintas di Senen, Imbas Unjuk Rasa di Mako Brimob Kwitang

“Kondisi ekonomi berisiko memburuk karena ketidakpuasan masyarakat tidak direspons serius oleh pemerintah,” tutur Bhima kepada Kontan, Jumat (29/8/2025).

Bahkan kata Bhima, pemerintah terkesan menyangkal terhadap berbagai tuntutan masyarakat termasuk soal reformasi perpajakan, dan efisiensi anggaran.

“Ibarat puncak gunung es, investor justru membaca masalah fundamental ekonomi Indonesia belum diselesaikan,” kata Bhima.

Bhima menambahkan, timbul rasa tidak percaya dari investor bukan karena aksi demo, melainkan akibat kegagalan kebijakan ekonomi pemerintah.

Untuk diketahui, aksi unjuk rasa yang sudah berlangsung pekan ini, terpantau ricuh pada, Kamis (28/8/2025) dan memakan korban.

Baca Juga: Usai Buruh, Gantian Mahasiswa Unjuk Rasa Hari Ini (29/8) Protes Kematian Ojol

Dalam peristiwa tersebut, seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan meninggal dunia, sementara seorang lainnya mengalami luka-luka.  

Kejadian ini dipicu insiden mobil rantis Brimob yang menabrak dan melindas pengemudi ojol, sebagaimana terekam kamera warga dan viral di media sosial.

Ojol yang menjadi korban diketahui mengenakan jaket layanan ojek daring Gojek.

Selanjutnya: Masyarakat Makin Geram, Ajakan Boikot Pajak Kembali Mencuat

Menarik Dibaca: Promo A&W Weekend Deals 29-31 Agustus, 4 Ayam + 4 Chicken Chunks Mulai Rp 85.000

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×