kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.370   0,00   0,00%
  • IDX 7.952   15,91   0,20%
  • KOMPAS100 1.106   -0,20   -0,02%
  • LQ45 812   -1,90   -0,23%
  • ISSI 268   1,83   0,69%
  • IDX30 421   0,16   0,04%
  • IDXHIDIV20 488   0,14   0,03%
  • IDX80 122   -0,19   -0,16%
  • IDXV30 132   0,97   0,74%
  • IDXQ30 136   0,14   0,10%

Buruh Tuntut Upah Minimum Naik 8,5%010%, Begini Respon Menaker & Pengusaha


Jumat, 29 Agustus 2025 / 07:21 WIB
Buruh Tuntut Upah Minimum Naik 8,5%010%, Begini Respon Menaker & Pengusaha
ILUSTRASI. Sejumlah buruh melakukan aksi di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/8/2025). Dalam aksi tersebut mereka menuntut agar RUU Perampasan Aset dan berantas korupsi segera disahkan. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.


Sumber: Kompas TV,Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Salah satu tuntutan unjuk rasa buruh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di depan gedung DPR pada Kamis 28 Agustus 2025 adalah kenaikan upah minimal tahun 2026 sebesar 8,5%-10%. Apakah pemerintah dan pengusaha akan memenuhi tuntutan kenaikan upah minimal?

Diberitakan Kompas.tv, Presiden KSPI yang juga Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menegaskan bahwa demo buruh hari ini murni untuk memperjuangkan kesejahteraan pekerja Indonesia. Ada enam tuntutan utama yang dibawa massa aksi, yaitu:

  •     Menghapus sistem outsourcing.
  •     Menolak kebijakan upah murah.
  •     Menuntut kenaikan upah minimum 2026 sebesar 8,5–10,5 persen.
  •     Mendesak pencabutan PP Nomor 35 Tahun 2021.
  •     Meminta pemerintah menghentikan gelombang PHK.
  •     Menjalankan reformasi pajak.

Tak hanya di Jakarta, KSPI memastikan demo buruh juga berlangsung serentak di berbagai kawasan industri, seperti Karawang, Bekasi, Surabaya, hingga Makassar. 

Baca Juga: Gaji & Tunjangan DPR Fantastis, Hasilnya Kerja 10 Bulan Pertama 0 UU

Respon Apindo

Diberitakan Kompas.com, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sanny Iskandar, menegaskan bahwa penentuan kenaikan upah tidak bisa dilakukan secara seragam. Menurutnya, mekanisme sudah diatur dalam formula yang ditetapkan pemerintah. “Semuanya ada mekanismenya. Mekanisme itu diwujudkan dalam bentuk formula,” ujarnya di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis (28/8/2025).

Sanny menjelaskan, kondisi setiap sektor industri berbeda. Ada industri yang tengah berkembang, namun banyak juga yang masih berjuang bertahan. Oleh karena itu, besaran kenaikan upah harus mempertimbangkan situasi spesifik di tiap sektor.

Meski begitu, ia menambahkan bahwa penyesuaian upah memang dilakukan setiap tahun. Namun, persentase kenaikannya bergantung pada hasil perhitungan formula pemerintah yang mempertimbangkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Inilah Daftar Musisi Gratiskan Royalti Musik, Tapi Aturan Royalti Bukanlah Per Lagu

Tanggapan Menaker

Kompas.com juga memberitakan, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa penetapan UMP tidak bisa serta-merta diputuskan hanya karena adanya aksi demonstrasi. “Kalau upah minimum kan sudah ada mekanismenya, jadi artinya mekanismenya itu dimulai dari ada kajian-kajian yang dilakukan,” ujar Yassierli di Jakarta Selatan, Kamis (28/8/2025).

Ia menekankan bahwa proses penentuan UMP melibatkan kajian akademis dan pembahasan di Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional (LKS Tripnas), yang terdiri dari unsur pemerintah, pengusaha, serikat pekerja, serta akademisi. “Kemudian kajian itu harus meaningful participation, kita akan bawa ke LKS Tripnas, tentu juga kita harus koordinasi pemerintah. Di sana kita dengar masukan dari pengusaha dan serikat pekerja. Jadi itu masih panjang lah,” paparnya.

Menurut Yassierli, setiap aspirasi buruh tetap dipertimbangkan. Namun, pemerintah tidak boleh gegabah mengambil keputusan karena kenaikan upah minimum berkaitan erat dengan kondisi ekonomi nasional, inflasi, dan kemampuan dunia usaha. Ia menyebut kajian UMP 2026 sudah berjalan sejak beberapa bulan lalu dan pemerintah terbuka menerima masukan. “Sebenarnya sudah berjalan sekian bulan, pasti ada waktu kok, tunggu saja,” katanya.

Tonton: Subsidi Elpiji 3 Kg Lanjut di 2026, Pembeliannya Pakai KTP

UMP 2025

Upah minimal buruh tergantung provinsi dan kabupaten/kota. Upah minimal buruh selalu naik setiap tahun.

Pemerintah bersama perwakilan pengusaha dan buruh biasanya mulai membahas kenaikan upah minimal sejak bulan September. Keputusan besaran kenaikan upah minimal paling lambat akhir November. 

Tahun 2025, pemerintah menetapkan besaran upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK) naik rata-rata 6,5%. 

Berikut daftar UMP di seluruh wilayah Indonesia yang berlaku tahun 2025:

1. UMP 2025 Provinsi Aceh : Rp3.685.616 

2. Ump 2025 Provinsi Sumatera Utara : Rp2.992.559 

3. UMP 2025 Provinsi Sumatera Barat : Rp2.994.193

4. UMP 2025 Provinsi Sumatera Selatan : Rp3.681.571

5. UMP 2025 Provinsi Kepulauan Riau : Rp3.623.654 

6. UMP 2025 Provinsi Riau : Rp3.508.776,22 

7. UMP 2025 Provinsi Lampung : Rp2.893.070 

8. UMP 2025 Provinsi Bengkulu : Rp2.670.039 

9. UMP 2025 Provinsi Jambi : Rp3.234.535 

10. UMP 2025 Provinsi Bangka Belitung : Rp3.623.653 

11. UMP 2025 Provinsi Banten : Rp2.905.119 

12. UMP 2025 Provinsi Jakarta : Rp5.396.761

13. UMP 2025 Provinsi Jawa barat : Rp2.191.232 

14. UMP 2025 Provinsi Jawa Timur : Rp2.305.985

15. UMP 2025 Daerah Istimewa Yogyakarta : Rp2.264.080,95 

16. UMP 2025 Provinsi Jawa tengah : Rp2.169.349

17. UMP 2025 Provinsi Bali : Rp2.996.500

18. UMP 2025 Provinsi Nusa Tenggara Timur : Rp2. 328.969

19. UMP 2025 Provinsi Nusa Tenggara Barat : Rp2.602.931

20. UMP 2025 Provinsi Maluku Utara : Rp3.408.000 

21. UMP 2025 Provinsi Maluku : Rp3.141.700 

22. UMP 2025 Provinsi Sulawesi Tengah : Rp2.915.000 

23. UMP 2025 Provinsi Sulawesi Tenggara : Rp3.073.551 

24. UMP 2025 Provinsi Sulawesi Utara : Rp3.775.425  

25. UMP 2025 Provinsi Sulawesi Selatan : Rp3.657.527

26. UMP 2025 Provinsi Gorontalo : Rp3.221.731 

27. UMP 2025 Provinsi Sulawesi Barat : Rp3.104.430 

28. UMP 2025 Provinsi Kalimantan Barat : Rp2.878.285 

29. UMP 2025 Provinsi Kalimantan Tengah : Rp3.473.621,04 

30. UMP 2025 Provinsi Kalimantan Selatan : Rp3.496.194 

31. UMP 2025 Provinsi Kalimantan Utara : Rp3.580.160 

32. UMP 2025 Provinsi Kalimantan Timur : Rp3.579.314 

33. UMP 2025 Provinsi Papua : Rp4.285.850

34. UMP 2025 Provinsi Papua Barat : Rp3.393.500 

35. UMP 2025 Provinsi Papua Tengah : Rp4,285.848

36. UMP 2025 Provinsi Papua Barat Daya : Rp3.614.000

37. UMP 2025 Papua Selatan: Rp4.285.850

38. UMP 2025 Papua Pegunungan: Rp4.285.847

Perhitungan UMP 2026 versi buruh

Berikut perhitungan UMP 2026 jika naik 8,5%-10%: 

  1. Aceh : Rp4.000.348 – Rp4.054.178
  2. Sumatera Utara : Rp3.247.038 – Rp3.291.815
  3. Sumatera Barat : Rp3.248.178 – Rp3.293.612
  4. Sumatera Selatan : Rp3.994.471 – Rp4.049.728
  5. Kepulauan Riau : Rp3.932.760 – Rp3.985.919
  6. Riau : Rp3.807.021 – Rp3.859.654
  7. Lampung : Rp3.138.929 – Rp3.182.377
  8. Bengkulu : Rp2.896.993 – Rp2.937.043
  9. Jambi : Rp3.509.470 – Rp3.557.989
  10. Bangka Belitung : Rp3.932.759 – Rp3.985.918
  11. Banten : Rp3.152.053 – Rp3.195.631
  12. Jakarta : Rp5.855.509 – Rp5.936.437
  13. Jawa Barat : Rp2.377.476 – Rp2.410.355
  14. Jawa Timur : Rp2.502.992 – Rp2.536.584
  15. DIY Yogyakarta : Rp2.456.521 – Rp2.490.489
  16. Jawa Tengah : Rp2.354.768 – Rp2.386.284
  17. Bali : Rp3.250.101 – Rp3.296.150
  18. NTT : Rp2.526.923 – Rp2.561.866
  19. NTB : Rp2.824.181 – Rp2.863.224
  20. Maluku Utara : Rp3.698.680 – Rp3.748.800
  21. Maluku : Rp3.408.742 – Rp3.455.870
  22. Sulawesi Tengah : Rp3.162.275 – Rp3.206.500
  23. Sulawesi Tenggara : Rp3.334.805 – Rp3.380.906
  24. Sulawesi Utara : Rp4.096.313 – Rp4.152.968
  25. Sulawesi Selatan : Rp3.969.356 – Rp4.023.280
  26. Gorontalo : Rp3.495.582 – Rp3.543.904
  27. Sulawesi Barat : Rp3.368.948 – Rp3.414.873
  28. Kalimantan Barat : Rp3.122.988 – Rp3.166.114
  29. Kalimantan Tengah : Rp3.769.887 – Rp3.820.983
  30. Kalimantan Selatan : Rp3.792.499 – Rp3.845.813
  31. Kalimantan Utara : Rp3.884.527 – Rp3.938.176
  32. Kalimantan Timur : Rp3.883.056 – Rp3.937.245
  33. Papua : Rp4.649.152 – Rp4.714.435
  34. Papua Barat : Rp3.681.954 – Rp3.732.850
  35. Papua Tengah : Rp4.649.150 – Rp4.714.433
  36. Papua Barat Daya : Rp3.920.190 – Rp3.975.400
  37. Papua Selatan : Rp4.649.152 – Rp4.714.435
  38. Papua Pegunungan : Rp4.649.149 – Rp4.714.432

Selanjutnya: Melicinkan Produksi Avtur Bahan Jelantah

Menarik Dibaca: Promo McD Drive Thru 29-30 Agustus 2025, Beli 1 Gratis 1 Paket Ayam McD Rendang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×