kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Indef: Kepercayaan Investor Ditentukan oleh Cara Negara Menangani Demonstrasi


Jumat, 29 Agustus 2025 / 14:48 WIB
Indef: Kepercayaan Investor Ditentukan oleh Cara Negara Menangani Demonstrasi
ILUSTRASI. Ribuan buruh dari gabung beragam serikat pekerja di tanah air, melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (28/8/2025). Stabilitas politik bisa mempengaruhi pandangan investor pada Indonesia sebagai tujuan investasi.


Reporter: Indra Khairuman | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Aksi unjuk rasa beberapa hari terakhir dan berlanjut sampai hari ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi serta memicu perhatian terkait bagaimana stabilitas politik bisa mempengaruhi pandangan investor pada Indonesia sebagai tujuan investasi.

Rizal Taufikurahman, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), mengatakan bahwa demo yang terjadi beberapa hari terakhir tentu punya efek pada ekonomi, meski dampaknya berbeda, tergantung pada skala dan durasinya.

Ia menjelaskan bahwa efek langsung biasanya berupa gangguan aktivitas ekonomi harian, seperti layanan transportasi, distribusi barang, serta konsumsi di pusat kota.

Baca Juga: Demo Memakan Korban, Koalisi Masyarakat Sipil Desak Polisi Stop Kekerasan

"UMKM, ritel, serta sektor informal paling cepat merasakan dampaknya karena mobilitas masyarakat terhambat. Selain itu, pasar keuangan cenderung merespons dengan kehati-hatian, misalnya pelemahan rupiah atau volatilitas di IHSG, walau sejauh ini pergerakannya masih relatif terkendali," ujar Rizal kepada Kontan.co.id, Jumat (29/8/2025).

Menurut Rizal, dalam jangka pendek, efeknya lebih ke biaya ekonomi harian, seperti penurunan pendapatan perdagangan, biaya tambahan distribusi, dan kemungkinan inflasi lokal kalau rantai pasok terganggu.

Ia menegaskan jika demo terjadi secara sporadis dan tidak meluas, maka dampaknya cenderung bersifat sementara dan akan pulih dengan cepat. Tapi, dalam jangan panjang, yang harus diperhatikan Adalah persepsi tentang stabilitas politik dan sosial.

"Investor asing dan domestik memperhatikan konsistensi rule of law serta kemampuan pemerintah menjaga keamanan. Jika demo dipandang sebagai ekspresi demokratis yang dikelola secara damai, dampak jangka panjangnya bisa minimal. Namun jika sering disertai kekerasan atau penanganannya dengan represif, maka akan menimbulkan risiko premi politik terhadap investasi," tegas Rizal.

Rizal menekankan bahwa efek demo terhadap daya tarik investasi lebih bersifat reputasional dan psikologis. Investor global biasanya cenderung membandingkan Indonesia dengan negara peers di ASEAN.

"Bila demo dianggap bagian normal demokrasi, investor tidak terlalu terpengaruh. Tapi jika muncul narasi instabilitas politik dan lemahnya governance, maka ini bisa mengurangi competitive advantage Indonesia sebagai destinasi investasi. Jadi, bukan hanya soal demo-nya, melainkan bagaimana negara menangani. Transparansi, dialog sosial, dan pendekatan keamanan yang proporsional akan menunjukkan bahwa Indonesia tetap kondusif bagi investasi," jelas Rizal.

Baca Juga: IHSG Anjlok Tajam Dipicu Aksi Demo, Investor Pilih Menahan Diri

Ia mengingatkan bahwa potensi gangguan pada investasi akan muncul jika demo berkepanjangan, masif, serta tidak ada solusi politik.

Rizal juga menegaskan bahwa investor jangka pendek sangat sensitif pada gejolak, sehingga bisa terjadi outflow lebih cepat.

Sementara, investor jangka panjang lebih mempertimbangkan stabilitas institusional dan regulasi yang ajeg.

"Kalau pemerintah mampu menunjukkan kapasitas menjaga stabilitas dan melanjutkan agenda reformasi ekonomi, demo tidak akan signifikan mengganggu arus investasi. Tantangan utama justru menjaga kepercayaan (confidence) bahwa demokrasi dan ekonomi bisa berjalan beriringan tanpa menimbulkan biaya sosial tinggi," pungkas Rizal.

Selanjutnya: Link Live Streaming Vietnam vs Indonesia Perebutan Juara 3 Piala AFF U16 Wanita 2025

Menarik Dibaca: Dasar-Dasar Investasi Saham yang Perlu Diketahui Sebelum Mencobanya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×