kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Negara-negara ASEAN+3 memperkokoh kerjasama Chiang Mai Initiative Multilateralisation


Sabtu, 19 September 2020 / 13:50 WIB
ILUSTRASI. Penguatan kerjasama ini untuk mendukung ketahanan ekonomi dan keuangan regional.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara ASEAN bersama dengan China, Jepang, dan Korea Selatan (ASEAN+3) sepakat untuk memperkuat kerjasama Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM) dalam pertemuan virtual Jumat (18/9).

"Penguatan kerjasama ini untuk meningkatkan efektivitas CMIM untuk mendukung ketahanan ekonomi dan keuangan regional," ujar Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangan resminya.

Adapun langkah-langkah penguatan tersebut antara lain lewat peningkatan porsi fasilitas CMIM IMF De-Linked Portion (IDLP) dari semula 30% menjadi 40%. Asal tahu saja, CMIM IDLP adalah fasilitas CMIM yang diberikan kepada negara ASEAN+3 tanpa harus dikaitkan dengan program IMF.

Selain itu, otoritas fiskal dan moneter ASEAN+3 juga sepakat untuk menambah komponen mata uang lokal negara-negara anggota ASEAN+3 dalam fasilitas CMIM. "Kesepakatan tersebut menandai peringatan 10 tahun kerja sama CMIM sebagai salah satu komponen penting dalam jaring pengaman keuangan global," tambah Onny.

Baca Juga: ​Profil Laos, satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak memiliki laut

Negara-negara yang tergabung dalam forum tersebut juga menggarisbawahi pentingnya peningkatan kerjasama keuangan regional guna memperkuat ketahanan ekonomi dan keuangan, terutama di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Lebih lanjut, pertemuan tersebut juga dihadiri oleh beberapa lembaga internasional, yaitu ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO), Asian Development Bank (ADB), serta International Monetary Fund (IMF) yang merupakan mitra ASEAN+3.

Baca Juga: Kisah Lee Kuan Yew, PM yang sukses jadikan Singapura negara termakmur di ASEAN

"Kehadiran lembaga-lembaga tersebut dimaksudkan untuk memberikan pandangan mengenai kondisi ekonomi dan keuangan terkini, baik regional maupun global, serta rekomendasi kebijakan yang dapat diambil untuk mengatasi dampak dari pandemi Covid-19," tandas Onny.

Sebagai tambahan informasi, CMIM merupakan kerjasama keuangan di antara negara-negara ASEAN+3 dalam bentuk fasilitas dukungan likuiditas bagi negara yang menghadapi masalah likuiditas jangka pendek atau kesulitan neraca pembayaran. Kerja sama CMIM dibentuk pada 2010 dengan nilai komitmen kerja sama sebesar US$ 240 miliar.

Baca Juga: Sejumlah ekonom memprediksi neraca dagang Indonesia pada Agustus 2020 akan surplus

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×