kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.923   27,00   0,16%
  • IDX 7.164   -138,03   -1,89%
  • KOMPAS100 989   -24,52   -2,42%
  • LQ45 732   -14,72   -1,97%
  • ISSI 252   -6,20   -2,41%
  • IDX30 398   -8,38   -2,06%
  • IDXHIDIV20 499   -11,65   -2,28%
  • IDX80 112   -2,43   -2,13%
  • IDXV30 136   -1,81   -1,31%
  • IDXQ30 130   -3,03   -2,28%

Menko Airlangga Merespons Keluhan Amerika Serikat Soal QRIS dan GPN


Jumat, 25 April 2025 / 11:18 WIB
Menko Airlangga Merespons Keluhan Amerika Serikat Soal QRIS dan GPN
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara soal Amerika Serikat (AS) yang menyoroti sistem pembayaran QRIS dan GPN.ANTARA FOTO/Andri Saputra/Spt.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara soal Amerika Serikat (AS) yang menyoroti sistem pembayaran (payment system) QRIS dan gerbang pembayaran nasional (GPN).

Hal itu tertuang dalam dokumen National Trade Estimate (NTE) Report on Foreign Trade Barriers 2025. 

Airlangga mengatakan, Indonesia terbuka untuk operator luar negeri menjalankan sistem pembayarannya. Termasuk Master ataupun Visa. Lalu, di sektor gateway payment, mereka terbuka masuk di dalam front end maupun berpartisipasi langsung. 

Baca Juga: Menko Airlangga Bertemu Menkeu AS, Dorong Proses Negosiasi Tarif dengan USTR

“Dan itu level playing field dengan yang lain. Jadi ini sebetulnya masalahnya hanya penjelasan,” ujar Airlangga dalam konferensi pers, Jumat (25/4). 

Airlangga menyebut, tawaran Indonesia kepada Amerika Serikat untuk mewujudkan kerja sama perdagangan yang adil dan fair. Ini sepenuhnya mengacu kepada kepentingan nasional dan dirancang untuk menjaga perimbangan setidaknya pada lima manfaat. 

Pertama, memenuhi kebutuhan dan menjaga ketahanan energi nasional. Kedua, memperjuangkan akses pasar Indonesia ke Amerika Serikat, khususnya dengan kebijakan tarif yang kompetitif bagi produk ekspor Indonesia.

Ketiga, deregulasi untuk meningkatkan kemudahan berusaha, perdagangan, dan investasi yang akan menciptakan lapangan pekerjaan. Keempat, memperoleh nilai tambah dengan kerjasama supply chain atau rantai pasok industri strategis dan critical mineral. 

Baca Juga: Tarif Trump Bisa Tembus 47%, Menko Airlangga: Perundingan Diselesaikan 60 Hari

Kelima, akses ilmu pengetahuan dan teknologi dalam berbagai bidang antara lain kesehatan, pertanian, dan renewable energy. 

“Nah, sebagai tindak lanjut, Pemerintah Indonesia akan melakukan pendekatan dan konsultasi internal dengan para pemangku kepentingan di dalam negeri dan juga akan berkomunikasi dengan pihak Amerika untuk melanjutkan proses negosiasi di tingkat teknis,” ucap Airlangga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×